Abang Beradik Diduga Korban Penyiksaan di Sidikalang, Tubuh Penuh Bekas Cubitan

Abang Beradik Diduga Korban Penyiksaan di Sidikalang, Tubuh Penuh Bekas Cubitan
Abang Beradik Diduga Korban Penyiksaan di Sidikalang, Tubuh Penuh Bekas Cubitan (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Sidikalang - Korban dugaan penyiksaan di salah satu rumah dekat Gedung Nasional Sidikalang, Kabupaten Dairi, ternyata bukan 1 orang. Korbannya abang beradik. 2 orang.

Demikian disampaikan Kepala UPT Perlindungan Anak dan Perempuan pada Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Pengendalian Penduduk dan KB, Eva Napitupulu, Jumat (21/8).

Dari pengamatan terhadap tubuh keduanya, ditemukan banyak bekas cubitan. Bahkan, tampak telinga Anda masih berdarah.

“Korbannya 2 orang. Abang beradik,” ungkap Eva.

Eva menyebut, Andi (nama samaran) berusia 7 tahun dan adiknya Anda (nama samaran) berusia 6 tahun. Keduanya tinggal di rumah ES.

Sehari-hari, kata Eva, sesuai penuturan Andi, rumah kompleks Kemekumham itu didiami 4 orang. Yakni ES dan 1 anak kandungnya bersama Andi dan Anda. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ES jualan mie gomak di sekolah tak jauh dari rumah.

Eva menyebut, menemukan Andi pertama kali di kompleks Gedung Nasional. Sementara Anda dibawa famili ke Sitinjo sebelum diserahkan ke UPT Perlindungan Anak.

Eva menyebut, Andi harus menjalani operasi. Selain luka di badan, tangan kirinya juga patah. Disebut-sebut, diputar-putar terduga pelaku.

Bagaimana masa depan keduanya? Eva menuturkan, pemerintah pasti menaruh atensi. Yang penting, kesembuhan mental dan fisik menjadi prioritas.

Poltak Simanjuntak, aktivis kemanusiaan di Medan bersama Mestron Siboro dan Sabar Sianturi anggota Polda Sumut dikabarkan siap merawat keduanya sedaya mampu. Akan disekolahkan. Biaya hidup menjadi urusan ketiganya.

“Kalau diberi peluang, kami akan rawat keduanya. Kami usahakan sampai kuliah,” kata Poltak

Kasie Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan menyebut, ES sedang menjalani pemeriksaan.

“Dia dijemput dari rumah,” kata Syahril.

Berdasarrkan rekaman video, korban mengaku merupakan anak dari SP. Ayahnya dipenjara perkara narkoba. Ia tak tahu keberadaan ibu.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi