dr Nico (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Sidikalang - Terduga pelaku perampokan dr Nico Tjowandy disebut orang Sidikalang.
Hal itu disampaikan Nico kepada wartawan di ruang praktek Jalan Tembakau, Kelurahan Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (2/9).
Indikasi itu diketahui dari suara dan bentuk mata tamu tak diundang dimaksud. Orang itu berobat beberapa kali 1,5 tahun sebelumnya. Marga Sitanggang, sekitaran Sidikalang kota.
“Saya ingat suara dan bentuk matanya. Orang Sidikalang, marga Sitanggang,” kata Nico.
Postur tubuhnya tinggi, umur kurang lebih 60 tahun. Dulunya, datang berobat dengan keluhan batuk.
Dijelaskan, kartu nama pasien tidak ada lagi. Biasanya, administrasi pasien dihapus atau dibuang jika kurun waktu 4 tahun tak datang lagi berobat.
Nico menuturkan kronologis menimpanya, Selasa (1/9) sekira pukul 20.00 Wib.
Menurutnya, asisten bernama Ica pulang pukul 19.30 Wib. Pintu rumah terbuka. Begitu juga pintu kamar kerja. Terdengar suara memanggil.
“Dok...dok,” kata Nico mengulangi suara.
Menurutnya, orang tadi masuk ke ruang pertama di bagian depan. Kala itu, dirinya membereskan administrasi, duduk di ruang kerja berposisi di belakang.
“Orang itu memakai sebo warna gelap langsung menodongkan pisau. Mana uang? Mana uang?” ujar Nico menirukan ucapan perampok.
Alumni Universitas Methodis Indonesia (UMI) tahun 1990 ini menjawab, “Uang tak ada. Sudah dikirim lewat ATM.” Orang itu meletakkan pisau lalu mengikat tangan Nico mempergunakan lakban. Mulut dan kakinya juga dilakban.
Dalam kondisi sedemikian, ia melemparkan Android dari meja. Sedangkan perampok mengambil ponsel Nokia (model lama) dari kantongnya. Uang lembaran Rp20 ribu dan Rp10 ribu digasak dari laci. Total Rp2 juta. Cincin di jari kanan juga dirampok.
“Istri saya, datang nanti dari Medan,” kata Nico.
Pasangan suami istri, Rudy dan Nila menyebut, mereka pertama kali melihat Nico. Jarak dibatasi 3 rumah.
“Saya yang membuka lakbannya,” kata Rudy.
Rudy menyebut, peristiwa itu dilaporkan Willy ke polisi. Tak lama berselang, tim Polres Dairi meluncur ke TKP.
“Suasana saat itu sepi. Di seberang praktek, kedai tuak buka,” kata Rudy.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, laporan tersebut sedang dalam penyelidikan.
Diperoleh info, polisi telah mendokumentasikan daftar sejumlah pasien. Ponsel milik Nico sempat terlacak aktif di sekitaran Batang Beruh.
(SSR/RZD)