Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung Resmi Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Siap Beroperasi Akhir Tahun Ini (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) resmi menerima Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi (PLF) Struktur Jembatan Musi V dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Perolehan sertifikat ini menandai babak baru dan menjadi salah satu tahapan krusial menuju penyelesaian pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun ini.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi, kepada Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, pada Senin (27/7) di Jakarta.
Penyerahan ini turut disaksikan oleh jajaran manajemen penting Hutama Karya, termasuk Executive Vice President (EVP) Pembangunan Dwi Aryono Bayuaji, Vice President Pembangunan Martin Hutagalung, serta Project Director Palembang–Betung Struktur Fakhrudin.
Penerbitan sertifikat ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi KKJTJ setelah jembatan melalui serangkaian evaluasi teknis yang ketat. Pengujian tersebut meliputi uji beban statik dan dinamik serta pembahasan mendalam terkait aspek keselamatan struktur.
Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, struktur Jembatan Musi V dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan layak untuk difungsikan.
Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus, Armen Adekristi, mengapresiasi kelancaran proses penerbitan sertifikat ini. Menurutnya, Jembatan Musi V merupakan infrastruktur strategis nasional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
"Jembatan Musi V merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional. Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi, seluruh aspek teknis, keamanan, serta kekuatan struktur telah memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan laik fungsi," ujar Armen.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2022, pihak pengelola berkewajiban melaksanakan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala serta menyampaikan laporan tahunan.
Guna mendukung pengawasan modern, Jembatan Musi V telah dilengkapi dengan sensor pemantauan struktur mutakhir yang terintegrasi dalam dashboard monitoring dan command center terpusat untuk pemantauan secara real-time.
Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh Kementerian PU dan KKJTJ selama proses pembangunan hingga penerbitan sertifikat.
"Sejak proyek ini dilanjutkan oleh Hutama Karya pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikannya sesuai target. Alhamdulillah, struktur jembatan berhasil diselesaikan pada akhir tahun lalu dan bahkan sempat difungsionalkan pada periode libur Natal-Tahun Baru serta Idulfitri untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas," ungkap Iwan.
Iwan menjelaskan bahwa Jalan Tol Palembang–Betung merupakan proyek yang sangat dinantikan masyarakat guna memangkas waktu tempuh dan mendongkrak konektivitas di Sumatra Selatan.
Dalam pembangunannya, terdapat dua pekerjaan paling menantang, yakni konstruksi Jembatan Musi V dan metode vacuum consolidation. Berkat kolaborasi yang solid, kedua tantangan tersebut berhasil diselesaikan dengan baik.
Sebagai informasi, Jembatan Musi V merupakan jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan bentang sepanjang 380 meter (100 meter + 180 meter + 100 meter) yang melintasi Sungai Musi.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 kilometer yang terbagi ke dalam tiga seksi:
- Seksi 1: Palembang–Rengas (21,50 km)
- Seksi 2: Rengas–Pangkalan Balai (33,00 km)
- Seksi 3: Pangkalan Balai–Betung (14,69 km)
Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 85,54%, sementara progres pengadaan lahan menyentuh angka 88,43%.
Hutama Karya terus berkomitmen menuntaskan pembangunan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, standar keselamatan tinggi, serta kepatuhan pada regulasi demi memperkuat koridor Jalan Tol Trans Sumatra dan menggerakkan roda perekonomian regional.
(RZD)