WNI di Jenewa Rayakan HUT RI dengan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT (Analisadaily/istimewa )
Analisadaily.com, Jenewa - Warga Negara Indonesia (WNI) dan diaspora di Jenewa, Swiss merayakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Sidharto R. Suryodipuro melalui pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, (17/8/2026) menyampaikan bahwa berada jauh dari Tanah Air justru membuat ikatan sebagai bangsa semakin terasa.
“Hari ini, di tengah peringatan kemerdekaan, pikiran dan kepedulian kita juga bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Duta Besar Sidharto.
Dubes menekankan bahwa peringatan kemerdekaan di luar negeri tidak hanya mempererat rasa kebangsaan orang Indonesia di luar negeri, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Meski berada jauh di luar negeri, sebutnya, duka yang dialami masyarakat terdampak di NTT tetap dirasakan masyarakat Indonesia di Jenewa, yang turut menyampaikan perhatian dan kepedulian dari kejauhan.
“Kebersamaan masyarakat Indonesia di Jenewa menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita tetap satu Indonesia yang saling peduli dan saling menguatkan,” ucapnya.
Upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa, diikuti lebih dari 150 WNI dan diaspora yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, kalangan profesional Indonesia yang bekerja di berbagai organisasi internasional, serta masyarakat Indonesia lainnya.
Peserta yang hadir mengenakan beragam busana nasional, pakaian adat, dan wastra nusantara. Keragaman corak dan motif yang mewakili berbagai daerah menampilkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat semangat persatuan sejalan dengan semangat Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam upacara tersebut, tiga anggota pasukan pengibar bendera merah putih menjalankan tugas dengan khidmat dan penuh tanggung jawab. Salah seorang di antaranya bertindak sebagai pembawa baki bendera merah putih.
Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya turut dianugerahkan kepada dua pegawai negeri sipil sebagai penghargaan atas pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
(ANT/DEL)