PEKA BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Produktif

PEKA BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Produktif
BPJS Ketenagakerjaan bekali ahli waris jadi wirausaha produktif di Langsa. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Langsa - Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa membekali 10 ahli waris penerima manfaat dengan keterampilan untuk menjadi wirausaha produktif.

Kegiatan yang digelar di Aula SMKN 3 Langsa, Selasa (18/8/2026), dibuka Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Langsa, Khairul Ichsan, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Langsa, Eriadi, Kepala BSI KC Ahmad Yani Langsa, Husin Purba, dan Kepala SMKN 3 Langsa, Halimahtussakdiah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Langsa, Eriadi, mengatakan program tersebut memberikan pembekalan literasi kewirausahaan dan keuangan kepada peserta.

Tujuannya agar santunan yang diterima ahli waris tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

"Program ini membekali peserta dengan literasi kewirausahaan dan keuangan agar santunan yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi bisa menjadi modal membangun kemandirian ekonomi," ujar Eriadi dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, literasi keuangan melibatkan Bank Syariah Indonesia (BSI). Sementara pelatihan pembuatan makanan dalam kemasan diberikan oleh pengajar SMKN 3 Langsa.

Eriadi menjelaskan, program PEKA merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan memastikan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian santunan, tetapi berlanjut melalui pemberdayaan yang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi peserta maupun ahli waris.

Peserta merupakan keluarga atau ahli waris dari pekerja yang sebelumnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai pencari nafkah.

Melalui kolaborasi dengan Pemko Langsa, BPJS Ketenagakerjaan mendorong agar dana santunan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi keluarga dan tidak semata-mata digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

"Program ini menjadi implementasi nyata konsep Value Beyond Protection, yaitu menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran santunan, namun berlanjut melalui pendampingan dan pemberdayaan agar keluarga ahli waris penerima manfaat memiliki kesempatan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan secara produktif," katanya.

Menurut Eriadi, PEKA dikembangkan dengan mengusung prinsip 3P, yakni pelatihan, produktivitas, dan profit. Melalui pelatihan, peserta memperoleh keterampilan baru.

Selanjutnya, peserta didorong menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi dan pada akhirnya mampu menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.

BPJS Ketenagakerjaan berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi para ahli waris untuk membangun usaha maupun meningkatkan kompetensi kerja.

Keberhasilan program PEKA, lanjut Eriadi, tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga pekerja yang mampu bangkit, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih sejahtera.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pelatihan, sektor perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat program pemberdayaan sebagai bagian dari transformasi layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan demikian, manfaat yang diberikan tidak hanya melindungi pekerja dari berbagai risiko, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga pekerja.

Sementara itu, Kepala Disnaker Langsa, Khairul Ichsan, mengapresiasi program PEKA yang dinilainya sebagai kegiatan inovatif BPJS Ketenagakerjaan.

"Tidak hanya memberikan perlindungan kepada peserta dan kemudahan pengurusan klaim, namun ikut memberikan pelatihan ekonomi bagi keluarga atau ahli warisnya," ujarnya.

Mewakili Pemko Langsa, Khairul menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan karena turut mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui program PEKA, khususnya dalam membantu keluarga ahli waris membangun kembali perekonomian mereka.

Menurutnya, materi pelatihan yang diberikan cukup lengkap karena peserta tidak hanya diajarkan cara membuat dan mengolah produk, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pengemasan dan pemasaran.

Kepala BSI KC Ahmad Yani Langsa, Husin Purba, juga menyambut baik kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, BSI memberikan pemahaman mengenai BSI Agent sebagai salah satu peluang usaha dan layanan keagenan.

Materi yang disampaikan meliputi manfaat dan kemudahan menjadi BSI Agent, persyaratan pendaftaran, mekanisme layanan, serta peluang pengembangan usaha melalui layanan keuangan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi peserta.

"Kami sangat bersyukur sudah diundang oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Pemko Langsa untuk memberikan materi serta berbagi ilmu bagaimana memanfaatkan dana yang diterima agar bisa berputar kembali menjadi sumber penghidupan yang baru," katanya.

Kepala SMKN 3 Langsa, Halimahtussakdiah, mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan program PEKA, khususnya pelatihan yang memberikan keterampilan praktis kepada para peserta.

"Kita sambut baik dan terus mendukung kegiatan PEKA ini, karena yang diajarkan dan dipraktikkan yakni bagaimana cara membuat produk sambal ikan kayu (keumamah), mengemas, serta memasarkannya," ujarnya.

(SDR/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi