Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Kunto Wibowo (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kehilangan tulang punggung keluarga sering kali menyeret keluarga pekerja ke dalam kemiskinan baru. Menjawab tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara - Aceh (Sumbagut) menerjemahkan semangat Value Beyond Protection dengan merangkul 120 penerima manfaat dan ahli waris lewat program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Langkah masif di tingkat regional ini merupakan bagian dari Soft Launching Nasional PEKA yang diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat di Bandung pada Selasa (18/8). Secara nasional, program ini menyasar 1.426 penerima manfaat di 45 titik se-Indonesia.
Di wilayah Sumbagut, pelatihan digelar secara simultan di delapan titik strategis: Medan, Kisaran, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Langsa, Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Meulaboh. Para peserta tidak hanya menerima manfaat tunai, melainkan dibekali keahlian praktis yang disesuaikan dengan potensi lokal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Kunto Wibowo, menekankan bahwa santunan uang tunai kerap habis jika tak diimbangi dengan literasi finansial dan kemampuan memutar modal.
"Sering kali ahli waris bingung mengelola dana santunan. Mereka butuh literasi dan keterampilan agar uang tunai tersebut menjadi modal produktif. Melalui program PEKA, kami membekali mereka dengan pelatihan literasi keuangan, tata boga, menjahit, hingga tata rias bekerja sama dengan perbankan dan lembaga vokasi," terang Kunto pada Rabu (19/8).
Inisiatif strategis ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provsu, Dr. Illyan Chandra Simbolon, S.STP., M.SP., menggarisbawahi pentingnya program ini sebagai jaring pengaman sosial agar keluarga yang ditinggalkan tidak mendadak jatuh miskin.
"Kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan. Jangan sampai ada masyarakat kita yang menjadi miskin baru setelah pencari nafkahnya meninggal dunia,” tegas Illyan.
Guna menjaga keberlanjutan usaha peserta pasca-pelatihan, Pemprov Sumut berkomitmen menyambungkan alumni PEKA dengan ekosistem pendampingan yang lebih luas.
"Ke depan, kegiatan ini akan kita kolaborasikan dengan Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga ada pendampingan berkelanjutan saat mereka mulai berdagang atau membuka usaha," lanjutnya.
Melalui sinergi multipihak antara pemerintah, lembaga keuangan, dan lembaga vokasi, BPJS Ketenagakerjaan berharap para ahli waris tidak sekadar bertahan hidup, melainkan mampu mencetak lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing.
(JW/RZD)