FIB USU Dampingi Guru Pesantren Darularafah Menulis Artikel Ilmiah Berbahasa Inggris Berbantuan AI. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memberikan pendampingan penulisan naskah akademisberbahasa Inggris kepada guru-guru Pesantren DarularafahRaya, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan bertajuk “Penulisan Naskah Akademis BerbahasaInggris untuk Publikasi Karya Ilmiah” tersebut merupakan kerjasama Program S-2 Bahasa Inggris FIB USU dengan PesantrenDarularafah Raya. Program dirancang tidak hanya memberikanpemahaman teoritis, tetapi juga membimbing para pesertamenghasilkan karya ilmiah yang dapat diarahkan menujupublikasi.
Pada pertemuan pertama, Jumat, 31 Juli 2026, Dr. Jamaluddin Nasution, S.S., S.Pd., M.Hum. memberikan materi tentangAcademic Writing. Para peserta diperkenalkan dengankarakteristik bahasa akademik serta perbedaan antara bahasaakademik dan nonakademik.
Selanjutnya, pada pertemuan kedua yang berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026, Rahmadsyah Rangkuti, M.A., Ph.D. membahasstruktur artikel ilmiah menggunakan pola IMRAD, yakni Introduction, Methods, Results and Discussion. Peserta juga diajak menganalisis contoh artikel jurnal untuk memahamibagaimana sebuah karya ilmiah disusun secara sistematis.
Tim PKM FIB USU terdiri atas Dr. Jamaluddin Nasution, S.S., S.Pd., M.Hum., Rahmadsyah Rangkuti, M.A., Ph.D., Dr. Dian Marisha Putri, S.S., M.Si., dan Latifah Yusri Nasution, S.S., M.Si.
Program tersebut dilaksanakan secara bertahap melaluiworkshop, praktik penulisan, pembelajaran kolaboratif, project-based learning, pendampingan, klinik penulisan hingga peer review.
Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan nyata guru-guru Pesantren Darularafah Raya. Identifikasi awal menunjukkanpengalaman menulis dan mempublikasikan karya ilmiahberbahasa Inggris masih terbatas. Dari responden yang mengikuti survei awal, 73,3 persen belum pernah menerbitkanartikel berbahasa Inggris dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antaratuntutan pengembangan profesional guru dengan kemampuanmenghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah.
Melalui program PKM ini, para guru secara bertahapdiperkenalkan pada karakteristik academic writing, strukturartikel ilmiah, teknik paraphrasing dan summarizing, penggunaan sitasi dan referensi, strategi menghindariplagiarisme, pengembangan ide penelitian, hingga proses editingdan proofreading.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebutadalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alatbantu penulisan akademik.
Sejumlah perangkat seperti ChatGPT, DeepL, Grammarly, Turnitin dan QuillBot diperkenalkan sesuai fungsi masing-masing, mulai dari membantu penyusunan kerangka tulisan, penerjemahan, pemeriksaan tata bahasa, parafrase hinggapengecekan tingkat kemiripan tulisan.
Meski demikian, tim PKM menekankan bahwa teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan kemampuan berpikirdan tanggung jawab akademik penulis.
Peserta diarahkan untuk tetap melakukan verifikasi terhadapinformasi yang dihasilkan AI, menggunakan sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, mencantumkan sitasi denganbenar serta menjaga integritas dan kejujuran akademik.
Program ini melibatkan 20 guru Pesantren Darularafah Raya, yang terdiri atas guru Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Model pelatihan berbasis praktik dipilih agar pesertatidak hanya menerima pengetahuan, tetapi secara bertahapmampu mengembangkan gagasan menjadi naskah ilmiah.
Setelah dua sesi awal, rangkaian kegiatan direncanakan berlanjutdengan materi teknik penulisan akademik, praktik penulisanartikel, editing dan proofreading, hingga finalisasi naskahmelalui pendampingan intensif, clinic session dan peer review.
Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan dapatmengembangkan kemampuan dalam menentukan topik, menyusun struktur artikel, menggunakan bahasa Inggrisakademik, melakukan parafrase dan sitasi secara tepat, sertamenyesuaikan manuskrip dengan standar jurnal yang dituju.
Lebih jauh, program ini diharapkan mampu mendorongperubahan paradigma guru, dari sekadar pengguna pengetahuanmenjadi produsen pengetahuan atau knowledge producer yang mampu mendokumentasikan pengalaman pendidikan, melakukan kajian terhadap fenomena di lingkungan sekolah, serta menyebarluaskan gagasannya melalui publikasi ilmiah.
Program juga diarahkan agar tidak berhenti ketika rangkaianpelatihan berakhir. Pendampingan diharapkan dapat berkembangmenjadi komunitas penulisan ilmiah internal, klinik penulisanberkala serta budaya peer review di lingkungan PesantrenDarularafah Raya.
Dengan demikian, kemampuan menulis ilmiah diharapkanmenjadi bagian dari pengembangan profesional guru sekaligusmemperkuat budaya akademik di lingkungan pesantren.
Pelaksanaan PKM ini didukung melalui pendanaan Non-PNBP Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Tahun 2026. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan semakinberperan dalam mendekatkan perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi akademik dan kompetensi tenagapendidik.
(BR/BR)