Tim Pengabdian Unimed Dampingi Pengembangan Usaha Sempol Ayam Bang Kumis di Dolok Masihul (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pendampingan manajemen usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sempol Ayam Bang Kumis di Dusun I, Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, kemarin.
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Manajemen Usaha Sempol Ayam Bang Kumis di Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul” tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha sehingga dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Tim pelaksana diketuai Kustoro Budiarta, dengan anggota Sapitri Januariyansah dan Nasfati Iktarastiwi, serta melibatkan mahasiswa, yaitu Muhamad Taruna Sakti Batubara dan Rahman. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan pengetahuan di tengah masyarakat.
Mitra dalam kegiatan pengabdian tersebut adalah Sempol Ayam Bang Kumis, usaha yang dimiliki Febri Hamdi Lubis dan berlokasi di Dusun I, Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.
Ketua Pelaksana, Kustoro Budiarta, menjelaskan bahwa pendampingan manajemen usaha memiliki arti penting bagi pengembangan UMKM. Selain kemampuan menghasilkan produk yang diminati konsumen, pelaku usaha juga memerlukan pengelolaan usaha yang baik agar mampu mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
“Melalui kegiatan pendampingan ini, mitra diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan usaha secara terencana. Pendampingan juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan dan pengalaman akademik untuk membantu menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Kustoro Budiarta.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui pendekatan pendampingan, permasalahan yang dihadapi mitra dapat diidentifikasi sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan usaha.
“Keberadaan usaha seperti Sempol Ayam Bang Kumis dinilai memiliki peran dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelolaan usaha diharapkan dapat membantu mitra memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus membuka peluang pengembangan yang lebih luas pada masa mendatang,” tambahnya.
Tim pelaksana berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mitra, terutama dalam meningkatkan kemampuan manajemen dan membangun usaha yang semakin tertata, produktif, dan berdaya saing.
Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut melalui Program Pengadian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu wujud kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM di daerah.
“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha, kegiatan pengabdian seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai,” tutup Kustoro Budiarta.
(RZD)