Dorong Kualitas Pendidikan, FKIP UMSU Latih Guru SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan Terapkan Kelas Bilingual (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan – Dalam upaya meningkatkan mutu dan daya saing sekolah, SD Terpadu Muhammadiyah 36, yang berlokasi di Jl. Jermal III No.10, Medan Denai, mulai melakukan langkah strategis melalui persiapan pembukaan kelas bilingual.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar pelatihan intensif bertajuk English-Mediated Instruction pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para pendidik di sekolah tersebut untuk membekali diri dengan metode pengajaran yang mampu mengintegrasikan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar.
Sebanyak 22 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusiasme, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transformasi pendidikan di sekolah.
Tim PKM FKIP UMSU yang menjadi motor penggerak dalam pelatihan ini terdiri dari para akademisi berpengalaman, yaitu Dr. Yayuk Hayulina Manurung, M.Hum sebagai Ketua Tim, didampingi oleh Wakil Dekan I FKIP UMSU, Assoc. Prof. Dr. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum, serta anggota tim Dr. Khairun Niswa, M.Hum.
Kepala Sekolah SD Terpadu Muhammadiyah 36, Ibu Hasnah Rangkuti, S.Pd, menyambut hangat inisiatif kolaborasi ini. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kehadiran tim UMSU yang dinilai sangat membantu guru dalam mempersiapkan transisi menuju kelas bilingual.
"Kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Ini merupakan langkah awal yang krusial bagi guru-guru kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga profesionalisme guru dalam mengajar di kelas bilingual semakin terasah dan matang," ujar Hasnah Rangkuti.
Metode English-Mediated Instruction yang diajarkan diharapkan dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih interaktif dan global.
Melalui program ini, SD Terpadu Muhammadiyah 36 optimistis dapat memberikan standar pendidikan yang lebih tinggi bagi siswanya, sekaligus menjawab tantangan dunia pendidikan modern yang menuntut penguasaan bahasa internasional sejak dini.
Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara para guru dan tim pakar UMSU, yang semakin memperkuat kesiapan SD Terpadu Muhammadiyah 36 dalam mengimplementasikan visi kelas bilingual dalam waktu dekat.
(REL/RZD)