Dari Hobi Bikin Film Pendek, Mahasiswa Hukum UMSU Lolos Pendanaan PKM-VGK 2026 (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Hobi membuat dan mengedit video ternyata bisa menjadi jalan bagi mahasiswa untuk melahirkan inovasi. Hal itu dibuktikan empat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2026.
Tim tersebut diketuai
Chevyn Gading Afarizky, bersama
Elsyifa Fisalim Chan, Wika Suryani, dan Mhd Raja Febriyanto, dengan dosen pendamping
Dr. Tengku Erwinsyahbana, S.H., M.Hum.
Menariknya, gagasan yang mereka usung berawal dari kegemaran membuat film pendek dan mengolah video. Kreativitas tersebut kemudian dipadukan dengan ilmu hukum untuk melahirkan konsep
Smart Crime Map, sebuah sistem pemetaan berbasis data kriminalitas.
Smart Crime Map dirancang untuk membantu masyarakat memahami informasi risiko suatu wilayah secara lebih mudah dan bertanggung jawab. Sistem ini mengintegrasikan data kriminalitas historis dengan laporan masyarakat yang dilengkapi informasi jenis kejadian, lokasi, waktu, dan bukti pendukung.
Setiap laporan tidak langsung ditampilkan sebagai indikator kerawanan. Data harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi untuk menghindari laporan ganda maupun informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Data yang telah terverifikasi kemudian dianalisis berdasarkan lokasi, waktu, dan pola kejadian, lalu divisualisasikan melalui zona merah, kuning, dan hijau. Tim menegaskan, zona tersebut bukan jaminan bahwa suatu wilayah aman atau berbahaya secara mutlak, melainkan gambaran risiko berdasarkan data dan periode analisis.
“Melalui Smart Crime Map, kami ingin menunjukkan bahwa data kriminalitas tidak cukup hanya disimpan. Data tersebut perlu diverifikasi, dianalisis, dan disajikan menjadi informasi yang mudah dipahami,” ujar Chevyn.
Sistem ini juga dirancang memiliki fitur perbandingan rute berdasarkan jarak, waktu perjalanan, dan skor risiko relatif. Sementara bagi aparat, tersedia gagasan dashboard yang dapat membantu melihat pola kejadian dan titik yang membutuhkan perhatian.
Kreativitas yang Berdampak
Dosen pendamping Dr. Tengku Erwinsyahbana menilai kreativitas mahasiswa harus diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami aspek normatif, tetapi juga perlu mampu melihat persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan menawarkan gagasan penyelesaian yang konstruktif,” katanya.
Menurutnya, kemampuan mahasiswa membuat video dan film pendek menjadi kekuatan ketika dipadukan dengan pemahaman hukum, teknologi, dan data.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mahasiswa memperoleh pendanaan, tetapi bagaimana mereka belajar mengembangkan gagasan yang memiliki nilai akademik sekaligus relevansi dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bagi tim mahasiswa UMSU, lolos pendanaan PKM-VGK 2026 menjadi bukti bahwa hobi dapat berkembang menjadi prestasi ketika ditekuni dan diarahkan pada hal yang bermanfaat.
Dari layar film pendek, mereka kini belajar membawa kreativitas ke ruang yang lebih luas—menjadi gagasan inovatif yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
(NAI/NAI)