Inovasi Teknologi Pertanian Dorong Hilirisasi Produk dan Peningkatan Produksi Rengginang Daun Kelor Daycare Aisyiyah Mentari

Inovasi Teknologi Pertanian Dorong Hilirisasi Produk dan Peningkatan Produksi Rengginang Daun Kelor Daycare Aisyiyah Mentari
Inovasi Teknologi Pertanian Dorong Hilirisasi Produk dan Peningkatan Produksi Rengginang Daun Kelor Daycare Aisyiyah Mentari (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Kwala Bingai — Upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pangan olahan terus dilakukan di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai, Langkat.

Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi manfaat daun kelor sebagai inovasi pada produk rengginang serta bimbingan teknis pemakaian teknologi pertanian dalam produksi rengginang daun kelor.

Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026.

Tim pelaksana berasal dari dosen muda Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kolaborasi lintas jurusan dan bidang keilmuan.

Tim pelaksana diketuai oleh Putri Chandra Ayu, S.T.P., M.Si. dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian USU. Anggota tim terdiri atas Nur Ulina Warnisyah Sebayang, M.Agr. dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, serta Diza Fathamira Hamzah, S.K.M., M.Kes. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Amaliah Putri Siahaan dan Maulida Hasanah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Dalam kegiatan tersebut, produk rengginang yang selama ini diproduksi mitra diberikan inovasi dengan menambahkan bubuk daun kelor sebagai alternatif penyedap rasa alami.

Inovasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk sekaligus memperkenalkan pangan olahan yang memanfaatkan bahan lokal.

Diza Fathamira Hamzah menjelaskan bahwa daun kelor tidak hanya dapat memberikan kesan gurih alami pada rengginang, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

“Daun kelor selain dapat menambah kesan gurih alami pada rengginang, juga mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia karena mengandung senyawa antioksidan serta sejumlah zat gizi penting seperti zat besi, kalsium, vitamin A, B1, B2, B3, C dan E,” ujar Diza, dalam keterangan Kamis (20/8/2026).

Dengan inovasi tersebut, rengginang daun kelor diharapkan dapat menjadi produk yang memiliki keunikan tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan kelompok Daycare.

Selain inovasi bahan, kegiatan juga berfokus pada penyelesaian salah satu kendala utama yang dihadapi mitra, yakni proses pengeringan rengginang.

Ketua Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Yumina menyatakan, proses pengeringan selama ini menjadi salah satu hambatan dalam produksi. Rengginang yang telah dicetak harus segera dikeringkan agar dapat diproses ke tahap berikutnya.

“Ini sangat bermanfaat, karena rengginang ini sesudah dicetak harus langsung dikeringkan. Ini menjadi masalah dan menghambat produksi. Setelah ada mesin pengering, malam ataupun hari hujan produksi rengginang bisa tetap berjalan,” ungkap Yumina.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim memperkenalkan dan memberikan bimbingan teknis penggunaan mesin pengering tipe rak (oven) dengan kontrol suhu.

Mesin menggunakan sumber panas dari kompor gas sehingga proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

“Pada kegiatan ini kita juga membawa mesin pengering tipe rak atau oven dengan kontrol suhu dan sumber panas kompor gas untuk mempercepat proses pengeringan rengginang. Tahapan pengeringan sangat krusial karena menentukan kualitas produk yang dihasilkan,” jelas Putri.

Menurutnya, pengeringan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik bahan agar kualitas dan nilai gizi produk tetap terjaga.

Oleh karena itu, mesin diperkenalkan dengan penggunaan suhu rendah, yaitu sekitar 50°C, yang disesuaikan dengan sifat termal bahan.

Pemanfaatan teknologi pengeringan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kendala teknis, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi dan peluang ekonomi kelompok.

Salah seorang anggota Daycare, Hidayati, menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, kemampuan meningkatkan produksi akan membuka peluang peningkatan pendapatan kelompok.

“Jika produksi meningkat seperti ini, omzet kelompok Daycare bisa meningkat pesat,” ujar Ibu Hidayati.

Dengan proses produksi yang lebih cepat dan tidak terlalu bergantung pada cuaca, kelompok diharapkan dapat memenuhi permintaan konsumen secara lebih konsisten.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan inovasi produk dan teknologi pengeringan, tetapi juga mencakup penguatan aspek perizinan, strategi kemasan, dan pemasaran.

“Produk yang memiliki inovasi dan kualitas yang baik perlu didukung dengan perizinan yang sesuai, kemasan yang menarik dan informatif, serta strategi pemasaran yang tepat. Dengan demikian, rengginang daun kelor tidak hanya mampu diproduksi dalam jumlah lebih besar, tetapi juga memiliki daya saing dan peluang pasar yang lebih luas,” ungkap Nur Ulina.

Melalui kolaborasi lintas bidang antara teknik pertanian, agroteknologi, kesehatan masyarakat, dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi yang berkelanjutan bagi mitra.

Inovasi rengginang daun kelor, penerapan teknologi pengeringan, serta penguatan aspek perizinan, kemasan, dan pemasaran menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi kelompok Daycare Lansia Aisyiyah Mentari.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dan inovasi pangan berbasis bahan lokal dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, sekaligus menciptakan produk pangan yang memiliki nilai tambah dan potensi pasar.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi