Politeknik Mandiri Bina Prestasi Gali Potensi Jahe Merah Deliserdang, Cetak Wirausaha Muda dari SMK

Politeknik Mandiri Bina Prestasi Gali Potensi Jahe Merah Deliserdang, Cetak Wirausaha Muda dari SMK
Politeknik Mandiri Bina Prestasi Gali Potensi Jahe Merah Deliserdang, Cetak Wirausaha Muda dari SMK (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deliserdang - Semangat kewirausahaan di kalangan pelajar SMK kini mendapat suntikan energi baru. Politeknik Mandiri Bina Prestasi, perguruan tinggi yang telah berdiri sejak tahun 2002, menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) – Kemdiktisainstek untuk menggelar program pendampingan pengolahan tepung jahe merah bagi Kelompok Komunitas Wirausaha Siswa SMK Skylandsea Yappsu Tanjung Morawa.

Kegiatan yang digawangi oleh dosen tetap Politeknik Mandiri Bina Prestasi, Mardaus Purba, ini lahir dari keprihatinan atas besarnya potensi jahe di Kabupaten Deliserdang yang belum dioptimalkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tanaman biofarmaka terbesar di daerah tersebut adalah jahe, membuka peluang pasar yang sangat luas. Namun, di sisi lain, masih jarang beredar produk bubuk jahe merah instan, dan mitra SMK Skylandsea Yappsu belum memiliki kompetensi serta pengalaman dalam pengolahannya.

"Kami melihat ada celah yang sangat besar di sini. Bahan baku melimpah, pasar masih terbuka lebar, namun belum ada kapasitas produksi. Inilah yang mendasari kami untuk hadir memberikan pendampingan," ujar Mardaus Purba, Kamis (20/8).

Jahe merah sendiri dikenal sebagai primadona minuman kesehatan di Sumatera Utara, terutama sejak masa pandemi. Kandungan senyawa aktifnya seperti gingerol, flavonoid, dan minyak atsiri yang lebih tinggi dibanding jahe biasa menjadikannya ampuh meningkatkan daya tahan tubuh.

Pendampingan yang dimulai sejak Juli lalu ini dirancang secara komprehensif dengan mencakup empat aspek utama: edukasi kewirausahaan, produksi, manajemen, dan pemasaran. Tim pengabdi tak hanya memberikan teori, tetapi juga pelatihan praktis pembuatan bubuk jahe merah tanpa ampas, dukungan mesin produksi skala mikro, hingga pendampingan penyusunan modul kewirausahaan yang mencakup aspek mutu, biaya, dan administrasi bisnis UMKM.

Untuk aspek pemasaran, tim pengabdi juga turun tangan membantu mitra memperluas jejaring, termasuk pemanfaatan teknologi dan media sosial agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di tengah potensi 378 apotek di Deliserdang dan 557 apotek di Kota Medan.

Sambutan hangat pun datang dari pihak sekolah. Diah Asmayaningrum, ST, Gr, Kepala Sekolah SMK Skylandsea Yappsu, mengapresiasi inisiatif ini. "Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan ada kesinambungan ke depannya, supaya kami benar-benar dapat mengoptimalkan potensi anak-anak didik kami," harapnya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh para siswa. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Ilmu baru pengolahan jahe merah menjadi tepung siap saji sangat keren, rasanya juga enak, menyegarkan, tubuh jadi segar dan hangat," ujar Abi, salah satu siswa peserta. "Keren Pak, jahenya sangat enak, apalagi ditambah susu, luar biasa," timpal Putra.

Ke depan, program ini akan terus dikembangkan. Mardaus Purba menyebut rencana pendaftaran produk untuk mendapatkan izin halal dan P-IRT, proses pelabelan, pengurusan hak paten, hingga pendampingan penyusunan SOP produksi, distribusi, dan penyimpanan. Pihaknya juga akan menggandeng Dinas UMKM Kabupaten Deli Serdang dan BPOM Kota Medan untuk memperkuat dampak program.

"Kami meyakini implementasi pengabdian ini akan memberi wajah baru dan semangat baru bagi mitra untuk dapat berinovasi menghasilkan produk dan varian baru dengan memberdayakan kapasitas, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki," pungkas Mardaus Purba.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi