FEB USU Perkuat Literasi Anak Sungai Deli

FEB USU Perkuat Literasi Anak Sungai Deli
Tim pengabdian diketuai Sukma Hayati Hakim, SE, MSi, dengan anggota Dewi Ratna Sari Simatupang, SE, MSi, Dr Rita Handayani, SE, MSi, dan Dr Monika Andrasari, SE, MSi dari FEB USU berfoto bersama di Komunitas Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE), Kelurahan Se (analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program penguatan literasi bagi anak dan remaja di Komunitas Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE), Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, belum lama ini.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Anak dan Remaja melalui Fasilitasi Meja Belajar dan Buku Bacaan pada Komunitas Sanggar Anak Sungai Deli” tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis Tahun 2026.
Tim pengabdian diketuai Sukma Hayati Hakim, SE, MSi, dengan anggota Dewi Ratna Sari Simatupang, SE, MSi, Dr Rita Handayani, SE, MSi, dan Dr Monika Andrasari, SE, MSi dari FEB USU mengatakan program ini dilatarbelakangi masih terbatasnya fasilitas belajar yang dimiliki anak-anak binaan SASUDE.
Berdasarkan hasil identifikasi tim, komunitas tersebut masih menghadapi keterbatasan meja belajar, koleksi buku bacaan, alat tulis, serta ruang baca yang belum tertata secara optimal.
SASUDE selama ini menjadi ruang belajar nonformal bagi anak-anak dan remaja di sekitar Sungai Deli, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Di tengah kondisi tersebut, keberadaan fasilitas belajar yang layak dinilai penting untuk mendukung tumbuhnya minat baca dan kebiasaan belajar anak.
Ketua Tim Pengabdian Sukma Hayati Hakim kepada Analisa, Kamis (20/8) mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian fasilitas fisik, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan.
“Yang ingin kami dorong bukan sekadar tersedianya meja dan buku, tetapi terciptanya ruang belajar yang nyaman dan kebiasaan membaca yang terus hidup di lingkungan komunitas,” ujarnya.
Melalui program ini, tim FEB USU memfasilitasi kebutuhan berupa meja belajar, buku bacaan anak dan remaja, rak atau lemari buku, alat tulis, serta media literasi sederhana.
Tim bersama mitra juga menata pojok baca atau perpustakaan mini agar lebih rapi, ramah anak, dan mudah diakses.
Selain penyediaan fasilitas, kegiatan juga mencakup sosialisasi budaya membaca, pendampingan membaca bersama, mendongeng, diskusi bacaan, serta pengelolaan sederhana koleksi buku melalui kartu baca, daftar kunjungan, dan jadwal membaca rutin.
Menurut Sukma, kemampuan literasi memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar anak.
Anak yang memiliki akses terhadap bahan bacaan dan lingkungan belajar yang baik akan lebih mudah membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta meningkatkan motivasi belajar.
“Kami berharap anak-anak semakin dekat dengan buku dan menganggap membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban sekolah,” paparnya.
Komunitas SASUDE turut dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program. Pengurus dan relawan berperan dalam menyediakan lokasi kegiatan, mengoordinasikan peserta, membantu penataan fasilitas, serta menjaga keberlanjutan pojok literasi setelah masa pendampingan berakhir.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, relawan, dan masyarakat, FEB USU berharap budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi perkembangan pendidikan anak-anak di kawasan tersebut.

(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi