DigiPreneurs Summit di Medan Satukan UMKM Aceh-Sumut dengan Jaringan Pasar Global

DigiPreneurs Summit di Medan Satukan UMKM Aceh-Sumut dengan Jaringan Pasar Global
DigiPreneurs Summit di Medan Satukan UMKM Aceh-Sumut dengan Jaringan Pasar Global ()

Analisadaily.com, Medan - Digital Literacy Access bersama Junior Chamber International (JCI) Medan menggelar DigiPreneurs Summit: Gala Dinner & DigiTalk di JW Marriott Hotel Medan, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Building a Global Marketplace Through Digital Innovation” tersebut dihadiri sejumlah perwakilan konsulat negara, pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta pelaku UMKM dari Aceh dan Sumatera Utara.

Sejumlah tamu yang hadir di antaranya Consul General of the United States of America in Sumatera Lisa Podolny, Honorary Consul of the Kingdom of the Netherlands Firsa Didi Mutiara, Honorary Consul of the Republic of Korea Dr. Parlindungan Purba, Honorary Consul of Timor-Leste Irwansyah, serta perwakilan Konsulat Jepang. Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara Yuliani Siregar dan Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah.

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dari Aceh dan Sumatera Utara turut hadir membawa produk usaha mereka. Sebanyak lima UMKM dari Aceh dan lima UMKM dari Sumatera Utara disebut mendapat penghargaan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Perwakilan KNPI Aceh mengatakan program Digital Literacy Access sebelumnya telah memberikan akses digital kepada 100 pelaku UMKM di Aceh.

“sebagai informasi Bapak-Bapak Ibu sekalian Saudara Afian Induk berserta dengan Konsulat Amerika telah memberikan bantuan atau akses digital terhadap 100 pelaku usaha UMKM kami di Aceh dan malam ini terpilih 5 UMKM sehingga bisa kita lihat di sebelah sudut kanan saya ini adalah beberapa kawan-kawan kami dari Aceh yang membawa produk UMKM dari sini,” katanya.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas digital, dunia usaha, lembaga pendukung dan jaringan internasional untuk membantu pelaku UMKM memperluas akses pasar dari tingkat lokal menuju nasional hingga global.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara Yuliani Siregar mengatakan UMKM Sumatera Utara memiliki potensi besar dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, pertanian olahan dan ekonomi kreatif. Namun, masih diperlukan penguatan dari sisi kualitas produk hingga kemampuan digital.

“Namun agar mampu bersaing di pasar nasional dan global UMKM kami perlu memperkuat kualitas produk legalitas, sertifikasi konsistensi produksi, literasi digital serta kemampuan membangun bejarin usaha,” katanya.

Yuliani juga menyampaikan pemerintah akan memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara.

“Dinas kooperasi UMKM pada bulan ini akan memfasilitasi UMKM yang ada di Sumatera Utara untuk sertifikasi dan sertifikat produk halal. Launching akan kita lakukan di tanggal 28 dan 27 jadi kami mohon bagi UMKM yang belum memiliki sertifikat halal segera mendaftarkan kami batasi seribu sertifikat halal gratis,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah berencana membangun pusat penjualan produk lokal di kawasan PRSU. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pemasaran bagi produk UMKM Sumatera Utara.

Menurut Yuliani, jumlah pelaku UMKM di Sumatera Utara mencapai sekitar 1,4 juta. Karena itu, ia berharap program digitalisasi dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Kita punya 1,4 juta pelaku UMKM yang ada di Sumatera Utara baru-baru ini kami meruturasi sepanjang 500 UMKM di Sumatera Utara kami harapkan hasil daripada yang kami meruturasi dan hasil inkubasi kami nanti bisa kita fasilitasi untuk digital marketnya,” katanya.

Sementara itu, Founder DigiPreneurs, Alfian Linux, mengatakan keberlanjutan program juga diwujudkan melalui pembangunan dua digital hub, masing-masing di Aceh dan Sumatera Utara.

“membangun dua hub digital hub di Aceh dan di Sumatera Utara di Aceh di kantor KNPI Aceh kemudian di Sumatera Utara di kantor BCI Medan hub tersebut terdapat studio foto kemudian komputer untuk editing dan untuk bikin video sehingga para UMKM kalau mau foto itu tidak perlu lagi foto pakai handphone mereka bisa datang ke studio kita kita bantu mereka foto for free,” ujarnya.

Alfian mengatakan pihaknya juga berencana mendigitalkan sedikitnya satu UMKM setiap bulan di Aceh maupun Sumatera Utara, termasuk membantu pembuatan website dan foto produk.

“kemudian beberapa hari lalu saya diskusi dengan Bu Kadis UMKM, demi berkelanjutan acara ini kami juga berencana setiap bulan akan men-digitalkan minimal satu UMKM di Sumatera Utara atau di Aceh kita akan bantu bikin website, kita akan bantu produk foto dan segala macam,” katanya.

Ia berharap kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas dapat terus dilakukan untuk membantu UMKM berkembang dan naik kelas.

“Harapan saya kawan-kawan dari organisasi lain dari organisasi ekonomi kreatif dari KADI, dari HIKMI supaya kita sama-sama bisa membantu UMKM untuk naik kelas,” pungkasnya.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi