BI Sumut Perkuat Digitalisasi Inklusif Melalui Medan DigiFest 2026 (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan membuka Medan DigiFest 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sabtu (22/8). Kegiatan dibuka Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Didit Widiana, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Medan DigiFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dengan tema “QRISnya Satu, Menangnya Banyak”. Tema tersebut menggambarkan manfaat digitalisasi sistem pembayaran, mulai dari kemudahan transaksi masyarakat, efisiensi usaha, optimalisasi penerimaan daerah hingga mendorong perekonomian yang inklusif.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi peran BI dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital. Menurutnya, digitalisasi pembayaran dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.
Rico berharap berbagai inovasi pembayaran digital tersebut terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.
Sementara itu, Didit Widiana menyampaikan transaksi keuangan digital di Sumatera Utara terus tumbuh. Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 1,8 juta atau tumbuh 20,47 persen secara tahunan.
Volume transaksi QRIS tercatat 144 juta transaksi, meningkat 90,53 persen secara tahunan. Adapun jumlah pengguna mencapai 3,2 juta atau tumbuh 15,99 persen.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan QRIS semakin menjadi bagian dari aktivitas keseharian masyarakat,” ujar Didit.
Namun, menurutnya, peningkatan transaksi digital bukan menjadi tujuan akhir. Digitalisasi harus memberikan manfaat lebih luas, seperti membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Medan DigiFest menjadi salah satu bentuk sinergi BI dan Pemko Medan dalam meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan digital.
Medan DigiFest 2026 berlangsung 22-23 Agustus dengan berbagai kegiatan, di antaranya talkshow, bazar UMKM, perlombaan, hiburan, dan konser musik yang menghadirkan musisi lokal hingga artis nasional Fiersa Besari.
Inovasi Pembayaran
Sejalan dengan komitmen BI menghadirkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH), berbagai inovasi terus dikembangkan. Di antaranya perluasan QRIS, QRIS TAP, QRIS Cross-Border, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.
BI juga memperkuat kolaborasi dengan Pemko Medan melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah.
Komitmen tersebut mengantarkan Pemko Medan sebagai Pemerintah Kota Terbaik II dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2025.
Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni QResto, berupa sistem splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran.
Dalam Medan DigiFest 2026 juga dilakukan Kick-Off Interoperability Splitting Payment Pajak Restoran sebagai langkah awal perluasan QResto bersama tujuh perbankan, yakni Bank Sumut, Bank Mandiri, BCA, BSI, BRI, BTN, dan BNI.
Dengan interoperabilitas tersebut, inovasi QResto diharapkan semakin memudahkan merchant dan masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan daerah.
Selain QResto, Medan DigiFest menjadi momentum pengembangan Parkir Digital atau ParQR (Parking Auto Revenue via QR) melalui uji coba digitalisasi sistem parkir bersama Dinas Perhubungan Kota Medan.
BI juga memberikan insentif tarif Bus Listrik Medan sebesar Rp81 bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS selama satu minggu. Selain itu, disediakan Pojok Pajak QRIS untuk memperluas pemanfaatan pembayaran digital.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi dan layanan pembayaran digital, tetapi juga didorong menggunakannya secara bijak, aman, dan produktif.
Medan DigiFest juga menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas pasar serta memperkuat adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.
Ke depan, BI berharap Medan DigiFest tidak sekadar menjadi perayaan transformasi digital, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi, memperluas inovasi, dan mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi serta keuangan digital yang inklusif.
BI juga terus mendorong agar QRIS, QRIS TAP, QResto, ParQR, dan berbagai inovasi digital lainnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Kota Medan diharapkan tumbuh sebagai kota yang semakin digital, maju, transparan, inklusif, dan berdaya saing. (WITA)











