Dokter Indonesia Bergabung dalam Kolaborasi Bedah Robotik Regional di SSMART 2026

Dokter Indonesia Bergabung dalam Kolaborasi Bedah Robotik Regional di SSMART 2026
Sunway Medical Centre Penang membuka ruang bagi pertukaran pengalaman klinis, pengembangan jaringan profesional, paparan langsung terhadap teknologi bedah robotik, serta penguatan layanan wisata medis bagi pasien Indonesia dan internasional (Analisadaily/istimewa )

Analisadaily.com, Penang - Sebanyak lebih daripada 25 dokter Indonesia dari berbagai bidang spesialisasi bergabung dengan tenaga medis dari Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara dalam Surgical Symposium on Advanced Robotic Technology (SSMART 2026), yang diselenggarakan oleh Sunway Medical Centre Penang (SMCP).

Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, SSMART 2026 menjadi platform regional bagi para tenaga medis untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman klinis, memperluas jaringan profesional, serta mendiskusikan perkembangan terbaru dalam bedah berbantuan robot dan bedah minimal invasif.

Sebagai salah satu pelopor bedah berbantuan robot dan penerapan teknologi medis canggih di Malaysia Utara, SMCP memanfaatkan SSMART 2026 untuk membagikan pengalaman klinis dan operasionalnya sekaligus mempelajari perspektif dari tenaga medis Indonesia dan negara-negara lain. Pendekatan ini menegaskan bahwa inovasi kesehatan berkembang melalui kolaborasi, pembelajaran bersama, dan komitmen terhadap keselamatan pasien.

Delegasi Indonesia terdiri dari dokter spesialis, konsultan bedah, dokter residen, dan dokter umum yang mewakili berbagai rumah sakit, universitas, serta organisasi layanan kesehatan. Bidang keahlian mereka meliputi bedah umum, bedah digestif, urologi, urologi anak, ortopedi, obstetri dan ginekologi, serta pelayanan kesehatan primer.

Selain Indonesia, SSMART 2026 turut dihadiri oleh delegasi dari Kamboja, Singapura, Thailand, dan negara-negara tetangga, bersama peserta dari Malaysia.

Kolaborasi Setara dan Pertukaran Pengetahuan Dua Arah

Partisipasi dokter Indonesia menjadi bagian penting dalam memperkaya diskusi sepanjang simposium. Para peserta Indonesia tidak hanya memperoleh paparan mengenai perkembangan teknologi bedah robotik, tetapi turut membawa pengalaman klinis, perspektif profesional, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Pertukaran pengetahuan ini memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk membandingkan praktik klinis, membahas tantangan nyata dalam pelayanan pasien, serta memahami bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara tepat berdasarkan kesiapan dan kebutuhan masing-masing institusi.

Melalui interaksi antarsejawat, dokter Indonesia juga dapat membangun hubungan profesional dengan dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan praktisi bedah robotik dari berbagai negara. Jaringan tersebut diharapkan dapat mendukung diskusi kasus, pertukaran pengalaman, pendidikan berkelanjutan, dan peluang kolaborasi klinis pada masa mendatang.

SSMART 2026 diresmikan oleh YB Jason H’ng Mooi Lye, Penang State Executive Councillor for Local Government and Town & Country Planning. Mengusung tema “Collaborative Intelligence: Humans & Robots Together”, program ini menghadirkan presentasi para ahli dan diskusi klinis dalam bidang bedah umum, ginekologi, urologi, ortopedi dan tulang belakang, serta keperawatan dan perawatan perioperatif.

YB Jason H’ng Mooi Lye mengatakan bahwa layanan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun Penang yang progresif dan nyaman untuk dihuni.

“Seiring kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, kita harus terus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, investasi, pengembangan talenta, dan keunggulan dalam pelayanan kesehatan.

“Hal ini memerlukan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta, institusi kesehatan, akademisi, industri, serta ekosistem penyelenggaraan acara bisnis. Program seperti SSMART menunjukkan bagaimana kemitraan ini dapat membawa keahlian dari berbagai negara di kawasan ke Penang, sekaligus memperkuat posisi Penang sebagai destinasi unggulan dalam layanan kesehatan dan penyelenggaraan acara profesional internasional.”

Manfaat bagi Dokter

Program ilmiah SSMART 2026 dirancang sebagai forum pembelajaran antarsejawat yang memberikan manfaat klinis, profesional, dan strategis kepada para dokter Indonesia. Partisipasi mereka bukan sekadar menghadiri simposium, tetapi menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dua arah yang menghargai pengalaman dan keahlian setiap peserta.

Dari sisi klinis, peserta memperoleh wawasan mengenai pemilihan pasien dan kasus yang tepat, pertimbangan klinis sebelum tindakan, penerapan bedah minimal invasif, pengelolaan risiko, serta prinsip keselamatan pasien dalam prosedur berbantuan robot.

Dari sisi operasional, pembahasan mencakup perencanaan dan efisiensi kamar operasi, ergonomi dokter bedah, pertimbangan anestesi, kesiapan keperawatan dan tim perioperatif, serta koordinasi multidisiplin sebelum, selama, dan setelah pembedahan. Pemahaman ini membantu peserta melihat bahwa keberhasilan program bedah robotik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sistem, tata kelola, dan kerja sama seluruh tim medis.

Melalui sesi hands-on, dokter Indonesia juga memperoleh paparan langsung terhadap sistem bedah robotik dalam lingkungan pembelajaran yang terstruktur. Pengalaman tersebut membantu peserta memahami cara teknologi mendukung visualisasi, ketangkasan instrumen, dan presisi dokter bedah tanpa menggantikan penilaian klinis, pengalaman, dan pengambilan keputusan manusia.

Dari sisi pengembangan profesional, peserta dapat membangun jaringan dengan dokter spesialis, ahli bedah, dokter anestesi, perawat, dan praktisi kesehatan dari Malaysia serta negara-negara lain di kawasan. Hubungan profesional ini dapat membuka ruang bagi diskusi kasus, pertukaran pengalaman, kegiatan pendidikan berkelanjutan, observasi klinis, dan kolaborasi ilmiah pada masa mendatang.

Pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada tim dan institusi masing-masing serta disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan demikian, manfaat SSMART tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi berpotensi mendukung pengembangan kapasitas tim medis yang lebih luas.

Dalam konteks pasien Indonesia yang mempertimbangkan pengobatan di luar negeri, pemahaman yang lebih baik mengenai kemampuan klinis SMCP dapat membantu dokter memberikan informasi yang lebih tepat mengenai pilihan spesialis, teknologi yang tersedia, dan perjalanan perawatan pasien. Apabila diperlukan dan dengan persetujuan pasien, hubungan antardokter juga dapat mendukung komunikasi klinis, second opinion, serta kesinambungan tindak lanjut setelah pasien kembali ke Indonesia.

Pada saat yang sama, pengalaman dan perspektif yang dibawa oleh para dokter Indonesia turut memberikan nilai kepada peserta dari negara lain. Pendekatan ini memastikan bahwa SSMART berfungsi sebagai forum pertukaran pengetahuan dua arah, bukan sekadar penyampaian informasi dari satu institusi kepada institusi lainnya.

SMCP sebagai Pelopor Bedah Robotik dan Teknologi Canggih di Malaysia Utara

Sebagai salah satu pelopor bedah berbantuan robot di Malaysia Utara, Sunway Medical Centre Penang telah melaksanakan lebih dari 350 prosedur bedah berbantuan robot dalam berbagai bidang spesialisasi. Rumah sakit ini juga berhasil menyelesaikan operasi tulang belakang robotik pertamanya pada 29 Januari 2026, yang memperluas kemampuan klinis SMCP dalam perawatan ortopedi dan tulang belakang tingkat lanjut.

SMCP dilengkapi dengan Da Vinci Xi Surgical System, sistem pertama sejenisnya di Malaysia Utara. Teknologi ini menyediakan visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi dengan pembesaran hingga 10 kali, serta instrumen robotik yang dirancang untuk meningkatkan ketangkasan dan ketepatan gerakan dokter bedah.

Rumah sakit ini turut menggunakan Mako SmartRobotics System untuk prosedur penggantian sendi pinggul dan lutut tertentu.

Kemampuan bedah robotik SMCP didukung oleh pendekatan perawatan yang komprehensif sepanjang perjalanan pasien. Hal ini mencakup asesmen, diagnosis, dan perencanaan sebelum operasi; dukungan teknologi dan tim multidisiplin selama prosedur; serta pemantauan, pemulihan, rehabilitasi, dan tindak lanjut setelah operasi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi canggih di SMCP tidak hanya digunakan ketika operasi berlangsung. Teknologi dan keahlian klinis diterapkan secara terintegrasi pada tahap praoperasi, intraoperasi, dan pascaoperasi untuk mendukung perencanaan yang tepat, pelaksanaan prosedur yang aman, serta pemulihan dan kesinambungan perawatan pasien.

Ms Christine Lee, Chief Executive Officer Sunway Medical Centre Penang, mengatakan keberhasilan program bedah robotik rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh teknologi.

“Kami telah mencapai tonggak penting dengan keberhasilan operasi tulang belakang robotik pertama kami pada awal tahun ini. Pencapaian ini penting, tetapi teknologi saja tidak menentukan keberhasilan bedah robotik.

“Di balik setiap prosedur yang berhasil terdapat tim multidisiplin yang kuat, termasuk dokter bedah, dokter anestesi, perawat, tenaga kesehatan terkait, dan tim pendukung.

“Keahlian, kerja sama, dan dedikasi mereka tetap menjadi inti dari setiap hasil perawatan pasien yang berhasil.”

Simposium ini turut mendapat dukungan dari Penang Convention & Exhibition Bureau (PCEB), yang menyoroti peran acara profesional khusus dalam memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan keterlibatan internasional dalam ekosistem kesehatan Penang.

Dari Simposium menuju Pengalaman Praktis

Program SSMART dilanjutkan pada 23 Agustus 2026 melalui hands-on robotic surgical system workshop yang terbuka bagi tenaga medis lokal dan internasional, termasuk peserta dari Indonesia.

Workshop tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh paparan langsung terhadap sistem bedah robotik dan memahami penerapannya dalam prosedur minimal invasif. Pengalaman praktis ini melengkapi presentasi ilmiah dan diskusi klinis yang diadakan selama simposium.

Bagi dokter Indonesia, sesi ini memberikan gambaran lebih dekat mengenai bagaimana teknologi robotik digunakan bersama keahlian dokter bedah, perencanaan klinis, koordinasi tim kamar operasi, serta tata kelola keselamatan pasien.

Paparan tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta terhadap perkembangan teknologi bedah tanpa mengesampingkan pentingnya pengalaman, penilaian klinis, dan konteks pelayanan kesehatan di institusi masing-masing.

Dr Ann Teoh Ai Yean, Organising Chairperson SSMART 2026, mengatakan:

“SSMART lebih dari sekadar simposium mengenai teknologi robotik. Ini merupakan platform bagi kita untuk berkumpul, saling belajar, berbagi pengalaman, dan yang terpenting, memikirkan bagaimana teknologi dapat membantu kita menjadi dokter bedah yang lebih baik serta memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien.

“Sistem robotik dapat memberikan ketepatan, konsistensi, ketangkasan yang lebih baik, dan visualisasi yang sangat jelas. Namun, dokter bedah membawa sesuatu yang pada dasarnya berbeda: pertimbangan klinis, pengalaman, kemampuan beradaptasi, pengambilan keputusan, dan empati. Teknologi dapat meningkatkan apa yang kita lakukan, tetapi tidak dapat menggantikan alasan mengapa kita melakukannya.”

Melalui SSMART, Sunway Medical Centre Penang bertujuan memperkuat pendidikan bedah, pertukaran pengetahuan regional, dan kolaborasi multidisiplin, sekaligus terus berinvestasi dalam teknologi serta kemampuan klinis yang mendukung pelayanan berpusat pada pasien.

Keterlibatan dokter Indonesia dan peserta dari negara-negara lain diharapkan dapat mempererat hubungan profesional di Asia Tenggara serta membuka lebih banyak kesempatan bagi pembelajaran, diskusi klinis, dan kolaborasi medis lintas negara.

Memperkuat Wisata Medis bagi Pasien Indonesia dan Internasional

SSMART 2026 turut memperkuat posisi Penang sebagai destinasi wisata medis regional. Bagi pasien internasional, keputusan untuk menjalani pengobatan di luar negeri tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh keahlian dokter, keselamatan klinis, kejelasan informasi, kenyamanan perjalanan, dan kesinambungan perawatan setelah kembali ke negara asal.

Dengan lebih dari 50 bidang spesialisasi dan delapan Centres of Excellence, SMCP memberikan akses kepada pasien internasional terhadap tim multidisiplin dan berbagai pilihan diagnostik serta pengobatan tingkat lanjut. Pasien dapat memperoleh koordinasi janji temu, rekomendasi dokter spesialis berdasarkan kondisi medis, peninjauan awal dokumen medis, panduan estimasi biaya, serta bantuan dalam merencanakan perjalanan pengobatan sebelum berangkat ke Penang.

Setibanya di Penang, pasien internasional dapat memperoleh dukungan untuk registrasi, layanan bahasa atau penerjemah apabila diperlukan, koordinasi pemeriksaan dan perawatan, pengaturan transportasi bandara, akomodasi, perpanjangan visa medis, proses pemulangan, serta tindak lanjut setelah pengobatan.

Untuk membantu meringankan kebutuhan perjalanan keluarga, pasien internasional yang menjalani rawat inap dan memenuhi ketentuan dapat memperoleh fasilitas akomodasi hotel gratis bagi satu orang pendamping, sesuai dengan periode yang disetujui, ketersediaan kamar, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Fasilitas ini memungkinkan pendamping berada dekat dengan pasien selama masa perawatan sekaligus membantu mengurangi beban biaya akomodasi.

Bagi pasien Indonesia, kedekatan geografis, kemudahan komunikasi, serta dukungan khusus pasien internasional membantu menciptakan perjalanan pengobatan yang lebih teratur dan nyaman. Partisipasi dokter Indonesia dalam SSMART 2026 turut membangun jembatan profesional yang dapat membantu pasien memperoleh informasi lebih akurat mengenai kemampuan SMCP dan mendukung kesinambungan komunikasi klinis apabila tindak lanjut diperlukan setelah pasien kembali ke Indonesia.

Melalui integrasi teknologi medis canggih, keahlian tim multidisiplin, dan dukungan perjalanan pasien internasional, SMCP berupaya memberikan pengalaman wisata medis yang aman, terkoordinasi, dan berpusat pada pasien—mulai dari konsultasi awal dan persiapan keberangkatan hingga pengobatan, pemulihan, serta tindak lanjut setelah kembali ke negara asal.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi