Tulang Patah, Bocah Korban Penyiksaan Asal Sidikalang Dirujuk ke RS Haji Medan

Tulang Patah, Bocah Korban Penyiksaan Asal Sidikalang Dirujuk ke RS Haji Medan
Tulang Patah, Bocah Korban Penyiksaan Asal Sidikalang Dirujuk ke RS Haji Medan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Wakil Bupati Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala mengatakan, pemerintah menaruh atensi serius guna penyembuhan Andi (nama samaran) korban penyiksaan di Sidikalang.

“Kita memberi atensi khusus guna pemulihan dan penyembuhan anak korban penganiayaan,” kata Wahyu, Minggu (23/8).

Setelah menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, kata Wahyu, Andi dirujuk ke RS Haji Medan. Hal itu ditempuh menyusul gangguan pada tulang tangan. Penilaian tim medis, organ tubuh tersebut patah. Selanjutnya, akan ditangani di RS Adam Malik.

“Si abang dirujuk ke RS Haji Medan lantaran tulang tangan diperkirakan patah. Perawatan berikut ke RS Adam Malik,” kata Wahyu.

Wahyu membenarkan, dalam tindakan kekejaman itu, Andi dan adiknya, Anda (nama samaran) usia 6 tahun sama-sama jadi korban. Anda mengalami lebam, kulit membiru.

Wahyu membenarkan, menjenguk korban, Sabtu (22/8). Mental mulai pulih. Sudah kuat makan dan mau berbicara dengan tamu. Adiknya pergi beribadah ke gereja.

Bagaimana masa depan si anak? Wahyu menyebut, lebih fokus terhadap perawatan. Korban memiliki orang tua. Jadi, soal siapa nanti membesarkan, tentu didiskusikan dengan orang tua.

“Tidak semudah itu kita ambil alih untuk perawatan. Harus persetujuan orang tua,” kata Wahyu.

Dalam video beredar, Andi mengaku anak SP. Ayahnya dipenjara kasus narkoba.

Kepala UPT Perlindungan Perempuan, Eva Napitupulu menyebut selama ini, abang beradik itu tinggal di rumah mamak tuanya tak jauh dari Gedung Nasional. Kediaman tersebut diketahui asset Kemekumham, tepatnya bangunan bekas penjara.

Peristiwa sadis itu terungkap Jumat (21/8). Satreskrim Polres Dairi mengamankan RS terduga pelaku.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi