Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Mampu Putus Rantai Kemiskinan (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan – Rasa haru Darni Gulo tak mampu lagi ia tahan ketika namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik umum Wisuda XXIII Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP) Tahun Akademik 2025/2026.
Dengan IPK 3,95 dari Program Studi Administrasi Bisnis, perempuan asal Pulau Nias itu berdiri di antara ratusan wisudawan dengan sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi penanda perjalanan panjangnya bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk mengubur cita-cita.
Lebih dari sekadar sebuah gelar ahli madya, toga yang dikenakannya menjadi bukti bagaimana akses pendidikan dapat mengubah arah hidup seorang anak dari keluarga kurang mampu. Dan di balik keberhasilan itu, ada beasiswa KIP Kuliah jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan.
Darni adalah satu dari 64 wisudawan Politeknik MBP yang menyelesaikan pendidikan melalui KIP Kuliah aspirasi drSofyan Tan. Mereka menjadi bagian dari ikhtiar memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang sebelumnya mungkin hanya bisa memandang bangku perguruan tinggi sebagai sebuah impian.
Bagi Darni, bantuan tersebut datang ketika ia berada di persimpangan. Ia masih mengingat kegelisahan sang ibu yang tak mampu membiayai kuliahnya. Dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, harapan untuk melanjutkan pendidikan nyaris terkubur.
Namun kesempatan itu datang melalui KIP Kuliah Aspirasi drSofyan Tan. Bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup selama menjalani pendidikan membuat Darni tidak lagi harus memilih antara membantu kondisi ekonomi keluarga atau mengejar pendidikan. Ia pun memilih belajar dan hasilnya kini berdiri di atas podium wisuda.
Dengan suara bergetar, Darni menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dr Sofyan Tan. Baginya, bantuan itu bukan sekadar beasiswa, melainkan jembatan yang menghubungkan anak dari keluarga kurang mampu dengan masa depan yang sebelumnya terasa jauh.
Darni juga menilai kepedulian terhadap pendidikan yang diperjuangkan dr Sofyan Tan tidak mengenal sekat suku, agama maupun latar belakang sosial. Pesannya sederhana namun dalam, bahwa jangan pernah lelah membuka jalan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan tetapi terhalang biaya.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan menyampaikan pesan menyentuh saat menghadiri wisuda Politeknik MBP Medan. Di hadapan ratusan wisudawan, politisi senior ini menyoroti keberhasilan program KIP Kuliah Aspirasi yang secara nyata telah melahirkan lulusan-lulusan terbaik dari keluarga kurang mampu.
Sofyan Tan mengungkapkan, dari 114 wisudawan Politeknik MBP, sebanyak 64 orang merupakan penerima bantuan KIP Kuliah. Secara keseluruhan, MBP telah menerima lebih dari 1.300 kuota KIP Kuliah atau menyerap hampir 8% dari total 17.000 alokasi aspirasi yang diperjuangkannya untuk 154 kampus.
Hal tersebut terbukti melahirkan prestasi nyata, di mana tiga dari empat lulusan terbaik MBP kali ini merupakan anak asuh penerima beasiswa tersebut.
Meskipun kerap diterpa lelah dan kritikan publik terhadap kinerja DPR RI di media sosial, Sofyan Tan mengaku rasa runtuhnya semangat seketika sirna saat menyaksikan keberhasilan para mahasiswa dari kalangan marginal.
Dukungan elektoral yang terus meningkat dari masyarakat bawah menjadi dorongan moral baginya untuk pantang menyerah dan terus memperjuangkan akses pendidikan tinggi tanpa praktik politik uang.
“Ketika melihat anak-anak ini berhasil, rasa lelah itu hilang,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).
Kepada para wisudawan, legislator Komisi X ini menitipkan lima pilar utama untuk meraih kesuksesan di dunia kerja yakni dedikasi tinggi melalui keberanian berkorban tanpa pamrih, kejujuran yang melandasi integritas finansial maupun moral, inisiatif untuk bertindak peka tanpa menunggu perintah, tanggung jawab penuh atas setiap tugas, serta sikap inklusif (non-diskriminatif) yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman demi membuka peluang di masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Sofyan Tan menekankan pentingnya upskilling atau peningkatan keterampilan secara berkelanjutan bagi para lulusan pendidikan vokasi.
Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjawab tantangan dunia kerja modern serta mencegah ancaman pengangguran terstruktur di era industri yang terus berkembang pesat.
Ketua Yayasan MBP, Christianto Y.V. Tarigan, mengatakan dari 114 wisudawan Politeknik MBP, sebanyak 64 orang merupakan penerima KIP Kuliah Aspirasi dan yang lebih membanggakan, tiga dari empat lulusan terbaik MBP kali ini merupakan penerima beasiswa tersebut.
Fakta itu menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan akademik. Ketika kesempatan diberikan, anak-anak dari keluarga kurang mampu pun mampu bersaing dan bahkan berdiri di barisan paling depan sebagai lulusan terbaik.
Atas prestasi Darni, Yayasan MBP bahkan memberikan apresiasi khusus berupa beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Universitas MBP.
(REL/RZD)