USU–ATR/BPN Deli Serdang Perkuat Peternakan Kambing Perah Rakyat Lewt Inovasi Pakan dan Kandang Berbasis Animal Welfare

USU–ATR/BPN Deli Serdang Perkuat Peternakan Kambing Perah Rakyat Lewt Inovasi Pakan dan Kandang Berbasis Animal Welfare
USU–ATR/BPN Deli Serdang Perkuat Peternakan Kambing Perah Rakyat Lewt Inovasi Pakan dan Kandang Berbasis Animal Welfare (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deli Serdang – Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Pertanian memperkuat pengembangan peternakan kambing perah rakyat di Kelurahan Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, melalui penerapan teknologi pakan dan perbaikan sistem perkandangan berbasis animal welfare. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi USU dengan ATR/BPN Kabupaten Deli Serdang dalam mendukung program Akses Reforma Agraria Pemberdayaan Tanah Masyarakat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Agribisnis Kambing Perah Rakyat melalui Penerapan Creep Feeding dan Rekonstruksi Kandang Berbasis Animal Welfare Bekerjasama dalam Penanganan Akses Reforma Agraria Kementerian ATR/BPN” tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Gang Domba, Kandang Kambing Peri, Kelurahan Sambirejo Timur.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Ternak Sambirejo Timur, termasuk anggota kelompok ternak kambing dan kelompok tani anggur. Selain tim dosen Fakultas Pertanian USU, kegiatan turut melibatkan empat mahasiswa S1-Peternakan USU, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian WKPP Sambirejo Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, ATR/BPN Kabupaten Deli Serdang, PTPN 1 Regional, mahasiswa KKN, serta ASPAI (Asosiasi Petani Anggur Indonesia).

Menjawab Tantangan Peternakan Kambing Perah Rakyat

Kelurahan Sambirejo Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan peternakan kambing perah sebagai usaha agribisnis. Namun, dalam pengelolaannya, peternak masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya dalam manajemen induk dan anak, pemberian pakan, serta sistem perkandangan.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan, kesejahteraan, pertumbuhan, dan produktivitas ternak. Karena itu, kegiatan PkM diarahkan tidak hanya pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan peternak melalui penerapan teknologi yang dapat dilakukan menggunakan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, USU mendorong agar pengembangan kambing perah rakyat tidak berhenti pada peningkatan produktivitas ternak, tetapi berkembang menjadi usaha agribisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil peternakan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Peternak Praktik Langsung Membuat Pakan Fermentasi

Salah satu fokus kegiatan adalah peningkatan kualitas dan efisiensi pakan. Peserta tidak hanya mendapatkan penyuluhan mengenai teknologi pakan, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan serta pencampuran pakan.

Dalam kegiatan demplot, peternak diperkenalkan pada pemanfaatan bahan baku lokal yang tersedia di sekitar, antara lain abu jagung, dedak padi, ampas singkong, dan bahan lainnya. Hasil praktik berupa pakan fermentasi berbasis bahan baku lokal, yang diharapkan dapat menjadi alternatif pakan yang lebih mudah diterapkan dalam pemeliharaan kambing perah sehari-hari.

Pendekatan praktik langsung menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Peternak dapat melihat sekaligus mencoba setiap tahapan pembuatan pakan sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada aspek teoritis.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti penyuluhan, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mencoba secara langsung proses pembuatan pakan. Peserta juga menyampaikan bahwa praktik langsung membantu mereka lebih mudah memahami cara menyiapkan pakan sesuai kebutuhan ternak dan meningkatkan motivasi untuk menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.

USU–ATR/BPN Deli Serdang Perkuat Peternakan Kambing Perah Rakyat Lewt Inovasi Pakan dan Kandang Berbasis Animal Welfare
Mendorong Kandang yang Aman dan Nyaman bagi Ternak

Selain teknologi pakan, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap sistem perkandangan. Peternak didorong untuk mulai menerapkan perbaikan kandang yang memperhatikan prinsip animal welfare, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kebutuhan alami ternak.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung kesehatan ternak, pertumbuhan anak kambing, efisiensi pemeliharaan, serta produktivitas usaha peternakan. Dengan demikian, pakan berkualitas dan kandang yang baik diposisikan sebagai dua komponen yang saling mendukung dalam pengembangan usaha kambing perah rakyat.

Untuk mendukung keberlanjutan penerapan teknologi, tim juga memberikan sejumlah sarana pendukung, antara lain mesin pencacah/chopper Techniku GX200, drum untuk silo pakan, terpal, serta material kayu. Selain itu, peternak memperoleh buku pedoman praktis budidaya kambing perah sebagai bahan acuan dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah untuk Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan PkM ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat melalui program Akses Reforma Agraria. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Bagi USU, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa S1-Peternakan memberikan pengalaman belajar sekaligus pengalaman pemberdayaan masyarakat secara langsung di luar lingkungan kampus. Kegiatan tersebut sejalan dengan dukungan terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ketua tim PKM, Sukmawati Utami, S.Tr.Pt., M.Pt., bersama anggota tim Ir. R. Edhy Mirwandhono, M.Si., ASEAN.Eng., Ir. Lanti Yulianti Rebecca Sitohang, S.Pt., M.Sc., IPP., dan Julieta Christy, S.P., M.Agr., mendorong agar pengetahuan dan teknologi yang diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Tim berasal dari Program Studi S1-Peternakan dan Agroteknologi, Fakultas Pertanian USU.

Ir. R. Edhy Mirwandhono, M.Si., ASEAN.Eng. menilai usaha kambing perah memiliki peluang besar untuk dikembangkan, termasuk dalam konsep urban farming. Menurutnya, keberhasilan usaha tersebut sangat ditentukan oleh kualitas pakan dan kondisi kandang yang mampu menjamin keamanan, kenyamanan, serta kesejahteraan ternak.

“Pakan tepat, kandang nyaman, kambing sehat, usaha melesat!”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kambing perah perlu dilakukan secara terpadu, dengan memperhatikan kualitas pakan sekaligus kondisi lingkungan pemeliharaan ternak.

Menuju Agribisnis Kambing Perah yang Berkelanjutan

Pelaksanaan kegiatan di Sambirejo Timur menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi peternakan kambing perah rakyat menuju usaha agribisnis yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya kapasitas peternak dalam pembuatan pakan fermentasi berbasis bahan lokal serta mulai diterapkannya prinsip animal welfare dalam perkandangan, teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh kelompok ternak.

Sinergi antara USU, ATR/BPN Kabupaten Deli Serdang, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut pada pendampingan dan pengembangan usaha. Ke depan, penguatan teknologi pakan, manajemen pemeliharaan, dan perkandangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, nilai tambah, serta kesejahteraan peternak kambing perah di Sambirejo Timur.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi