Tim USU dan Pakar Arsitektur Dunia Ajak Siswa SMP Kristen Kalam Kudus Membaca Kota

Tim USU dan Pakar Arsitektur Dunia Ajak Siswa SMP Kristen Kalam Kudus Membaca Kota
Pakar Arsitektur, Prof. Johannes Widodo dari Department of Architecture, National University of Singapore (NUS). (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kota Medan menyimpan banyak cerita di balik ruang-ruang yang setiap hari dilalui masyarakat. Mulai dari warung kopi di tepi Sungai Deli, rumah panggung Melayu, bangunan bergaya kolonial, hingga jalur rel kereta api yang melintasi sungai, semuanya menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan kota.

Cerita tentang ruang dan sejarah Kota Medan itu diperkenalkan kepada sekitar 70 siswa SMP Kristen Kalam Kudus, di Jalan Mayang Medan, pada Jumat (21/8/2026), melalui kegiatan Medan Simpang Digital Heritage Trails yang melibatkan tim Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Prof. Johannes Widodo dari Department of Architecture, National University of Singapore (NUS).

Tim USU terdiri atas Dr. Salmina Wati Ginting dan Ryandika Afdila, S.T., M.Eng.Sc. dari Fakultas Teknik, Nurrahmadayeni, M.Kom. dari Fasilkom-TI, serta lima mahasiswa dari Program Studi Arsitektur dan Ilmu Komputer.

Kegiatan tersebut diinisiasi Urban Morphology and Society Research Cluster, kluster keilmuan di Program Studi Arsitektur USU yang fokus mengkaji hubungan antara arsitektur dan masyarakat. Kajian yang dilakukan mencakup morfologi bangunan, lingkungan permukiman, hingga perkembangan kota dari sisi transformasi ruang, praktik budaya, sejarah, adaptasi masyarakat, serta kehidupan urban sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Johannes Widodo yang akrab disapa Prof Jewe, mengajak para siswa melihat lingkungan sekitar sekolah dari sudut pandang berbeda. Lingkungan yang selama ini mereka lewati setiap hari tidak sekadar dipandang sebagai tempat, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan cerita, sejarah, dan jejak peradaban manusia.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Mereka juga mengikuti permainan heritage walking trails yang dirancang oleh tim sebagai bagian dari proses mengenalkan warisan sejarah dan budaya di lingkungan sekitar.

Tim USU dan Prof. Widodo diterima Wakil Kepala Sekolah SMP Kristen Kalam Kudus Medan, Jenni Natalia Br Barus, S.Pd., Gr. Ia menyambut baik kegiatan yang dinilai dapat membuka cara pandang baru siswa terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh dan belajar.

Tim USU juga mengusulkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Para siswa diharapkan dapat dilibatkan dalam kegiatan lanjutan dengan mengeksplorasi lingkungan sekitar, membuat peta, serta memilih dan mendokumentasikan tempat-tempat yang dianggap menarik dan memiliki cerita.

Hasil eksplorasi tersebut nantinya dapat berupa peta, gambar, maupun pengalaman siswa yang akan melengkapi platform Medan Simpang Digital Heritage Trails, khususnya proyek di Kelurahan Silalas.

Ketua pelaksana, Dr. Salmina, mengatakan antusiasme siswa menjadi salah satu bagian terpenting dari kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya dilihat dari materi yang disampaikan, tetapi dari munculnya rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan di sekitar mereka.

"Ketika mereka mulai bertanya, memperhatikan hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa, dan ingin mengetahui lebih jauh tentang lingkungan di sekitar mereka, di situlah kegiatan ini mulai menunjukkan hasilnya," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai program tersebut untuk mengakses platform Medan Simpang Digital Heritage Trails di https://urbanmorphsoc.com/medansimpang/.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi