USU, UT, dan UNAND Dorong Digitalisasi Mitigasi Bencana di Desa Simpang Kutabuluh (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat - Tiga perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Andalas (UNAND), resmi mendigitalisasi Desa Simpang Kutabuluh, Kabupaten Langkat.
Langkah ini diwujudkan melalui Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 yang menggelar pelatihan intensif berbasis tata kelola risiko Daerah Aliran Sungai (DAS) pada 21 - 22 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Website Desa dan Peta Digital Bencana serta Edukasi dan Pendampingan Pemeliharaan Aset Publik Desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur desa dalam menghadapi potensi bencana alam secara presisi.
Program interdisipliner ini memfokuskan pendampingan pada dua segmen utama yakni:
Peta Digital Bencana & Website Desa: Pengoperasian platform terintegrasi untuk pemetaan wilayah rawan bencana, penyediaan sistem peringatan dini, serta perencanaan jalur evakuasi secara terukur.
Pemeliharaan Aset Publik Berbasis Risiko: Pelatihan inventarisasi dan perlindungan fisik fasilitas umum (seperti jembatan, jalur evakuasi, dan gedung pertemuan) agar roda pemerintahan serta keselamatan warga tetap terjaga sebelum, saat, dan sesudah bencana.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si. (USU), memimpin program ini bersama Prof. Dr. Elisabet Siahaan, SE, M.Ec (USU), Yasir Riady, S.S., M.Hum. (UT), dan Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, ST, MSc, PhD (UNAND).
Berkoordinasi langsung dengan Kepala Desa Simpang Kutabuluh, Agustinus Tarigan, kegiatan di Balai Desa ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari perangkat desa, pengelola aset publik, dan tokoh masyarakat. Lima narasumber pakar dihadirkan untuk memberikan materi teknis dengan dukungan sarana presentasi visual dan audio interaktif.
Melalui digitalisasi mandiri ini, Desa Simpang Kutabuluh diharapkan menjadi kawasan yang tangguh dan adaptif. Tim peneliti dari USU, UT, dan UNAND pun berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program demi ketahanan masyarakat dan aset desa di Kabupaten Langkat.
(JW/RZD)