Analisadaily.com, Deli Serdang - Upaya membangun kemandirian anak panti tidak selalu harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Di Panti Asuhan St. Angela Deli Tua, proses tersebut tumbuh melalui kegiatan pembibitan ayam kampung dengan dukungan Hatchery Mini sebagai teknologi tepat guna yang dapat digunakan dan dipelajari langsung oleh peserta.
Program pengabdian kepada masyarakat dari Institut Bisnis dan Komputer Indonesia ini dirancang untuk menjawab ketergantungan mitra terhadap pasokan bibit ayam kampung dari luar. Ketergantungan tersebut membuat proses budidaya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bibit, waktu pasokan, dan biaya pengadaan. Anak-anak panti juga lebih banyak mengenal tahap pemeliharaan, sementara proses pembibitan sebagai bagian awal rantai produksi belum menjadi pengalaman yang mereka kuasai.
Kehadiran Hatchery Mini memperluas ruang belajar tersebut. Anak-anak panti diperkenalkan pada proses seleksi telur tetas, pengaturan suhu dan kelembapan, candling, sanitasi peralatan, biosekuriti, penanganan anak ayam setelah menetas, hingga pengelolaan masa brooding. Pembelajaran berlangsung melalui pendekatan learning by doing agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga terbiasa menjalankan setiap tahapan secara langsung.
Teknologi dalam program ini tidak ditempatkan sebagai bantuan alat semata. Tim pelaksana juga menyusun prosedur kerja yang mencakup penanganan telur, proses inkubasi, sanitasi, candling, penanganan anak ayam, brooding, dan pengelolaan limbah. Prosedur tersebut membantu peserta memahami bahwa keberhasilan pembibitan sangat bergantung pada konsistensi, kebersihan, kedisiplinan, dan kemampuan melakukan pemantauan selama proses berlangsung.
Aspek biosekuriti menjadi bagian penting dalam pendampingan. Peserta dibiasakan menjaga kebersihan ruang, peralatan, tangan, dan area kerja sebelum menangani telur maupun anak ayam. Kebiasaan ini sekaligus memperkenalkan peserta pada pentingnya pengendalian risiko dalam kegiatan peternakan, terutama pada tahap penetasan dan fase awal kehidupan ayam yang membutuhkan perhatian lebih terhadap sanitasi.
Program juga memperkenalkan sisi pengelolaan usaha kepada anak panti. Peserta belajar bahwa kegiatan peternakan tidak berhenti ketika anak ayam berhasil menetas. Setiap proses membutuhkan pencatatan, mulai dari telur yang masuk, hasil pemeriksaan telur, anak ayam yang menetas, kebutuhan pakan, sanitasi, penggunaan listrik, hingga biaya operasional lainnya. Pencatatan tersebut kemudian menjadi dasar untuk memahami biaya produksi dan penentuan harga secara lebih rasional.
Pembagian peran turut diterapkan dalam pengelolaan Hatchery Mini. Peserta belajar menjalankan fungsi sebagai operator, tim brooding, pencatat produksi, bagian kebersihan, dan logistik. Pola kerja tersebut memberi pengalaman nyata mengenai tanggung jawab, kerja sama, dan keteraturan proses dalam sebuah unit produksi.
Hasil pembibitan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan budidaya ayam kampung di lingkungan panti. Produksi yang melebihi kebutuhan internal juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari unit usaha. Gagasan “DOC Ayam Kampung Binaan Panti” menjadi arah pengembangan agar Hatchery Mini tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar, tetapi secara bertahap dapat berkembang menjadi aset produktif.
Bagi anak-anak panti, manfaat program tidak hanya terletak pada keterampilan menetaskan telur. Mereka mendapatkan pengalaman memahami rantai produksi sejak awal, bekerja dalam tim, menjaga tanggung jawab terhadap tugas, melakukan pencatatan, dan mengenal dasar-dasar kewirausahaan. Posisi peserta pun bergeser dari sekadar penerima manfaat menjadi bagian aktif dalam proses produksi.
Keberlanjutan program diarahkan melalui penyiapan operator dari lingkungan panti, penggunaan prosedur kerja, sistem pencatatan, pembagian tanggung jawab, dan pendampingan agar kegiatan dapat dilanjutkan secara mandiri. Pengelola dan peserta diharapkan mampu menjaga fungsi Hatchery Mini sekaligus mengembangkannya sesuai kebutuhan dan kapasitas panti.
Program ini menunjukkan bahwa teknologi tepat guna dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika dipadukan dengan transfer pengetahuan, keterampilan, dan pengelolaan usaha. Hatchery Mini menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian pembibitan ayam kampung sekaligus memperkuat pendidikan keterampilan, kemandirian pangan, dan peluang ekonomi di lingkungan Panti Asuhan St. Angela Deli Tua.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Tampe Tuah Malem Ginting, Aji Prabowo, dan Karina Silaen dari Institut Bisnis dan Komputer Indonesia bersama Panti Asuhan St. Angela Deli Tua.











