Fakultas Vokasi USU Kolaborasi dengan UiTM Malaysia, Latih Warga Langkat Produksi Terasi Bubuk Go Internasional

Fakultas Vokasi USU Kolaborasi dengan UiTM Malaysia, Latih Warga Langkat Produksi Terasi Bubuk Go Internasional
Fakultas Vokasi USU Kolaborasi dengan UiTM Malaysia, Latih Warga Langkat Produksi Terasi Bubuk Go Internasional (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Langkat — Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menjalin kolaborasi internasional dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Pulau Pinang, Malaysia, dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Internasional yang menyasar Kelompok Tani Hutan (KTH) Kuala Indah di Desa Kwala Gebang, Kabupaten Langkat.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan, tim dosen menggelar pelatihan pembuatan terasi bubuk bagi warga setempat, Kamis (6/8/2026).

Program bertajuk "Post-Flood Economic Recovery by Strengthening Shrimp Paste Enterprises through Packaging Innovation and Diversification into Shrimp Paste Powder in Kwala Gebang" ini diketuai oleh Dr. Yasmin Chairunisa Muchtar, SP., MBA., bersama empat anggota tim dari Fakultas Vokasi USU, yakni, Muhammad Anggia Muchtar, Jane Melita Keliat, Wina Nurfitriani dan Juli Novita Sari, berikut dibantu para mahasiswa Filzah Aqila Ginting, Alyssa Iswalsyah, Ratu Asyifa dan Christine.

Kemitraan dengan UiTM Penang menjadi salah satu keunggulan program ini, di mana kedua pihak berkolaborasi dalam transfer keahlian dan pendampingan kepada mitra. Sekaligus membuka peluang promosi potensi Desa Kwala Gebang hingga ke taraf internasional.

Desa Kwala Gebang selama ini dikenal sebagai sentra produksi terasi berbahan baku udang kecipi (rebon) yang diolah secara tradisional oleh warga pesisir setempat. Namun, produk terasi warga selama ini masih terbatas pada bentuk cetak konvensional dengan kemasan sederhana, sehingga kurang kompetitif di pasar yang lebih luas.

Dalam pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu, anggota KTH Kuala Indah diajak mempraktikkan langsung tahapan pembuatan terasi bubuk. Mulai dari pemilihan dan pemotongan terasi cetak, pengeringan menggunakan oven pada suhu 60–70°C, hingga penggilingan menjadi bubuk halus dan pengayakan agar teksturnya seragam.

Terasi diolah menjadi bentuk bubuk dan dikemas dalam botol yang telah di-seal rapat agar tidak menimbulkan bau menyengat. Sehingga lebih layak dan mudah dibawa bepergian, termasuk untuk dipasarkan ke luar negeri.

"Kolaborasi dengan UiTM Penang memberi nilai tambah tersendiri bagi program ini. Selain transfer keahlian dari kedua negara, kerja sama ini membuka jalan bagi promosi produk dan potensi Desa Kwala Gebang ke kancah internasional,” ujar Yasmin.

Sebagai tindak lanjut, tim pelaksana kembali menggelar sesi pendampingan keberlanjutan usaha pada Jumat (28/8/2026) di Fakultas Vokasi USU, Medan.

Pada sesi ini, perwakilan KTH Kuala Indah memaparkan hasil praktik produksi terasi bubuk yang telah mereka kerjakan secara mandiri sejak pelatihan sebelumnya. Tim dosen mengevaluasi kualitas produk serta mendiskusikan strategi keberlanjutan usaha. Termasuk pengelolaan bahan baku dan konsistensi standar pengemasan agar produksi dapat berjalan berkelanjutan.

Program pengabdian ini rencananya berlangsung enam bulan dengan sejumlah kegiatan lanjutan. Di antaranya pelatihan pemasaran digital dan partisipasi dalam pameran produk UMKM. Selain penguatan kapasitas produksi, program ini juga menyasar perbaikan standar kemasan dan pelabelan produk agar lebih higienis dan berdaya saing.

Kerja sama lintas negara ini merupakan bagian dari hubungan kemitraan USU dan UiTM yang telah terjalin sejak 2021, dan menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi internasional dalam pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi