Analisadaily.com, Kualasimpang - Penanaman bibit vegetatif di bantaran sungai dinilai belum cukup mengatasi sedimentasi Sungai Tamiang. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, meminta pemerintah pusat mempercepat pengerukan dan normalisasi alur sungai tersebut.
Armia menegaskan, kunci utama penyelesaian banjir tahunan di Aceh Tamiang terletak pada penanganan alur sungai secara komprehensif. Pendangkalan sepanjang DAS Tamiang dinilai sudah mengkhawatirkan pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
"Dari hasil pantauan di beberapa titik, kami menyampaikan aspirasi paling mendasar bahwa pengerukan dan normalisasi Sungai Tamiang adalah kebutuhan sangat vital dan tidak bisa ditawar lagi," kata Armia di Karang Baru, Senin (24/8).
Pernyataan tersebut juga disampaikan Armia saat menerima kunjungan silaturahmi anggota DPRA Daerah Pemilihan 7 beberapa waktu lalu.
Penanganan DAS Tamiang dinilai harus menjadi prioritas lintas sektor antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Menurut dia, pengerukan sungai bukan lagi pemeliharaan infrastruktur rutin, melainkan infrastruktur penyelamat.
"Ini jaminan mutlak agar pemulihan sosial-ekonomi Aceh Tamiang pascabencana tidak kembali kandas disapu banjir berulang," ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa pemulihan daya tampung sungai dari hulu ke hilir, investasi pembangunan dan ketangguhan warga di tingkat lokal akan selalu dihantui risiko ketidakpastian iklim.
"Sinergi adalah kuncinya. Kita padukan kerja keras masyarakat di lapangan dengan komitmen anggaran dari para pembuat kebijakan di tingkat provinsi dan pusat agar bencana tidak terus berulang," kata Armia.











