Pemberdayaan Kelompok Tani Taruna Tani SKIL, Lewat Hilirisasi Teknologi Pupuk Bokashi Berbasis Limbah Organik Lokal

Pemberdayaan Kelompok Tani Taruna Tani SKIL,  Lewat Hilirisasi Teknologi Pupuk Bokashi Berbasis Limbah Organik Lokal
Kelompok Tani Taruna Tani SKIL foto bersama dengan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Timor. (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Nusa Tenggara Timur- Upaya meningkatkan kemandirian petani sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal terus dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna. Salah satunya melalui kegiatan “Pemberdayaan Kelompok Tani Taruna Tani SKIL di Desa Oabikase, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Hilirisasi Teknologi Pupuk Bokashi Berbasis Limbah Organik Lokal. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi pupuk bokashi yang bernilai guna bagi kegiatan pertanian.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Oabikase, Kelompok Tani Taruna Tani SKIL, serta masyarakat setempat. Kehadiran Bapak Kepala Desa Oabikase bersama anggota kelompok tani dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan teknologi pertanian yang sederhana, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi pembuatan pupuk bokashi dengan memanfaatkan berbagai bahan organik lokal yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah pertanian dan bahan organik lainnya yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat diolah melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas tanaman.

Ketua Tim Pelaksana, Jefrianus Neonnub, S.Pt., M.Pt., menjelaskan bahwa hilirisasi teknologi pupuk bokashi merupakan salah satu langkah nyata untuk mendekatkan hasil pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan bahan baku lokal tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian dari luar.

“Teknologi yang diberikan harus sederhana, mudah diterapkan, memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, pembuatan pupuk bokashi berbasis limbah organik lokal diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengelolaan limbah sekaligus mendukung keberlanjutan usaha pertanian masyarakat Desa Oabikase,” ujar Jefrianus.

Dalam pelaksanaannya, anggota kelompok mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan bahan, pencampuran bahan organik, penggunaan bahan pendukung fermentasi, pengaturan kelembapan, proses fermentasi, hingga ciri-ciri bokashi yang telah matang dan siap digunakan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan secara praktik agar anggota kelompok dapat memahami setiap tahapan secara langsung dan selanjutnya mampu memproduksi pupuk bokashi secara mandiri.

Sementara, anggota tim yang terdiri dari Marselinus Banu, S.Pt., M.Pt., Josua Sahala, M.Sc., dan Oktovianus Rafael Nahak TB juga turut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pemberdayaan tersebut. Kolaborasi tim diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada kelompok tani sehingga teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam aktivitas pertanian masyarakat.

Bagi Kelompok Tani Taruna Tani SKIL, teknologi pupuk bokashi memberikan alternatif pemanfaatan limbah organik yang lebih produktif. Bahan-bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dikembalikan ke lahan pertanian dalam bentuk pupuk organik.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Antusiasme anggota kelompok dan masyarakat terlihat selama proses penyampaian materi dan praktik pembuatan bokashi. Interaksi antara tim pelaksana, pemerintah desa, anggota kelompok, dan masyarakat berlangsung secara aktif. Berbagai pertanyaan mengenai bahan yang dapat digunakan, lama fermentasi, cara menjaga kualitas bokashi, serta penggunaannya pada tanaman turut dibahas selama kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi agar dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pendekatan pemberdayaan dilakukan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, sedangkan tim pelaksana berperan dalam memberikan pendampingan, pengetahuan, dan teknologi yang sesuai dengan kondisi serta potensi lokal Desa Oabikase.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Timor selaku pemberi dana Tahun Anggaran 2026 yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pemberdayaan ini. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Desa Oabikase yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan, serta kepada seluruh anggota Kelompok Tani Taruna Tani SKIL dan masyarakat Desa Oabikase yang telah berpartisipasi aktif sejak awal hingga selesainya kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kelompok Tani Taruna Tani SKIL tidak hanya mampu menghasilkan pupuk bokashi secara mandiri, tetapi juga dapat menjadi kelompok yang mampu mengembangkan dan menyebarluaskan praktik pemanfaatan limbah organik lokal kepada masyarakat lainnya.

Hilirisasi teknologi pupuk bokashi diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih mandiri, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Desa Oabikase.

Baca Juga

Rekomendasi