Komisioner Kompolnas, Choirul Anam mengapresiasi penyelidikan terbuka pada kasus Winda Lorenza yang libatkan pihak eksternal. (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Komisioner Kompolnas, Choirul Anam mengapresiasi langkah Polda Sumut dan Polrestabes Medan, yang melakukan penyelidikan kematian Winda Lorenza secara terbuka, dengan melibatkan pihak eksternal.
Kepada awak media di Polrestabes Medan, Rabu (23/9/2026) sore, Choirul Anam menyambut baik apa yang dilakukan Polda Sumut dan Polrestabes Medan dalam menangani kasus yang menjadi perhatian publik.
Melibatkan pihak eksternal dalam proses penyelidikan merupakan langkah yang baik, dan patut ditiru Polda - Polda lain di seluruh Indonesia.
“Kami sampai disini (Medan) sejak Senin malam, dan kami kesini untuk mendalami apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus Winda. Kami menyambut baik apa yang dilakukan disini dan patut dijadikan role model, karena melibatkan pihak eksternal dalam menyelidiki kasus yang sedang jadi perhatian publik,” kata Choriul Anam.
Pihak ekstral yang dilibatkan diantaranya LBH, Ombudsman, di Media Kompas, yang diberikan kebebasan untuk bertanya dan mendalami seputar kejadian, serta menyaksikan langsung, termasuk memberikan catatan yang akan diberikan ke pihak Kepolisian.
“Mekanisme ini patut dicontoh berbagai Polda di seluruh Indonesia dalam penanganan kasus,” tambah Choirul Anam.
Hasil pendalaman yang dilakukan Kompolnas sendiri, tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasa pada tubuh Winda Lorenza, yang sebelum disebut pihak keluarga kematiannya penuh kejanggalan.
Hasil pendalaman Kompolnas, sejumlah luka lebam pada jasad korban, disebabkan bukan karena tindak penganiayaan. Lebam di mata, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah, akibat tembakan di bagian kepala korban, yang berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, disebabkan karena korban sendiri.
Sedangkan luka lebam pada kuku merupakan proses alami pada jenazah, dan jahitan pada tubuh korban, merupakan bekas jahitan karena proses autopsi.
“Kami melihat foto korban sebelum diautopsi dan setelah autopsi. Sebelum diautopsi, jasad korban bersih tanpa ada luka apapun selain luka tembak di bagian kepala,” pungkas Choirul Anam
(YY)