Ahmad Darwis: Jangan Biarkan Pasien Berjuang Sendiri, Rumah Sakit Harus Bantu Carikan Solusi

Ahmad Darwis: Jangan Biarkan Pasien Berjuang Sendiri, Rumah Sakit Harus Bantu Carikan Solusi
Ahmad Darwis: Jangan Biarkan Pasien Berjuang Sendiri, Rumah Sakit Harus Bantu Carikan Solusi (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya tentang menyediakan dokter dan kamar perawatan, tetapi juga memastikan setiap pasien mendapatkan pertolongan tanpa harus berjuang sendiri di tengah kondisi sakit. Prinsip inilah yang ditekankan anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PKS, Dr H Ahmad Darwis SAg MA, saat menyoroti keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit di Kota Medan.

Ahmad Darwis mengungkapkan, masih ada masyarakat yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan kamar rawat inap. Ketika rumah sakit menyatakan ruangan penuh, pasien terkadang tidak mendapatkan penjelasan lebih lanjut, solusi alternatif maupun bantuan untuk mencari rumah sakit lain yang dapat menerima mereka.
Akibatnya, pasien dan keluarga harus berusaha sendiri mencari fasilitas kesehatan di tengah situasi yang membutuhkan penanganan segera. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.
“Kalau memang kamar rawat inap sudah penuh, jangan biarkan pasien begitu saja. Rumah sakit harus membantu mencarikan solusi, menghubungi rumah sakit lain yang masih bisa menerima pasien, serta memberikan informasi dan rekomendasi rujukan,” tegas Ahmad Darwis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut dengan manajemen Rumah Sakit Murni Teguh, Rabu (7/10). Rapat yang berlangsung di ruang Komisi E DPRD Sumut itu turut dihadiri Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Kesehatan Kota Medan dan perwakilan BPJS Kesehatan.
Menurut Ahmad Darwis, salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat adalah tidak adanya kepastian ketika rumah sakit menyatakan ruangan yang dituju penuh. Bahkan, menurut laporan yang diterimanya, ada kondisi ketika pasien diberi informasi bahwa kamar penuh, tetapi saat dilakukan pengecekan masih ditemukan ruangan kosong.
Keluhan tersebut, katanya, perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pemeriksaan yang objektif. Rumah sakit harus memberikan informasi yang akurat mengenai ketersediaan tempat tidur sehingga masyarakat tidak menghadapi ketidakpastian ketika membutuhkan pelayanan medis.
Ia menegaskan, keterbatasan kapasitas rumah sakit memang dapat terjadi. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk membiarkan pasien dan keluarganya mencari jalan keluar tanpa pendampingan.
Rumah sakit yang belum mampu menerima pasien, lanjutnya, perlu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan lain. Informasi mengenai ketersediaan tempat tidur harus disampaikan secara jelas, disertai bantuan komunikasi dan proses rujukan sesuai kebutuhan medis serta ketentuan yang berlaku.
“Pasien datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Kalau tidak bisa ditampung karena kamar penuh, setidaknya bantu carikan rumah sakit lain yang bisa menerima. Jangan sampai keluarga pasien kebingungan dan harus mencari sendiri ke mana mereka harus pergi,” ujarnya.
Ahmad Darwis berharap Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Kesehatan Kota Medan dan BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan seluruh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. Sistem informasi ketersediaan tempat tidur dan mekanisme rujukan yang responsif dinilai penting untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan secara lebih cepat dan terarah.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak cukup diukur dari fasilitas yang dimiliki rumah sakit, tetapi juga dari kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu pasien. Komunikasi yang jelas, koordinasi yang baik dan kesediaan memberikan solusi merupakan bagian penting dari pelayanan yang manusiawi.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 2 yang meliputi sejumlah kecamatan di Kota Medan, Ahmad Darwis menilai keluhan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebatas pembahasan dalam rapat, tetapi ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan.
Politikus PKS ini menekankan, masyarakat yang sedang sakit membutuhkan kepastian dan pertolongan, bukan tambahan kesulitan. Karena itu, setiap rumah sakit dan instansi terkait harus membangun sistem pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien, sehingga tidak seorang pun dibiarkan menghadapi ketidakpastian saat membutuhkan perawatan.
Dengan koordinasi yang lebih baik, keterbatasan kamar di satu rumah sakit diharapkan tidak menjadi jalan buntu bagi pasien. Sebaliknya, harus ada solusi dan pendampingan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak, aman dan manusiawi.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi