Sambut Hari Ulos Dunia, Dekranasda dan Dinas Pariwisata Gelar 'Medan Fashion & Culture Festival 2026' (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Menyambut Hari Ulos Dunia yang diperingati setiap 17 Oktober, Dinas Pariwisata Kota Medan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan didukung Sun Plaza menggelar Medan Fashion & Culture Festival (MTCF) 2026 bertema "Ulos ini Innovation" di Main Atrium Sun Plaza, Jalan KH. Zainul Arifin, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia selama enam hari, 13-18 Oktober 2026.
Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas menegaskan, MFCF kali ini diadakan bertepatan dengan Hari Ulos setiap 17 Oktober. Dalam rangkaian acara ini ada beberapa agenda, salah satunya fashion show bertema "Ulos in Innovation".
"Di sini kami tampilkan fashion designer beragam rancangan busana yang mengenakan tenun dari kain ulos. Selain itu, talkshow-talkshow yang mengangkat topik ulos dipandu desainer ulos terkenal, Bang Torang Sitorus," sebutnya, Selasa (13/10/2026).
Di MFCF, lanjut Airin Rico Waas yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, juga akan menghadirkan booth usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Ada belasan booth UMKM kami siapkan, salah satunya butik dari Dekranasda Kota Medan.
Dijelaskannya, Dekranasda Kota Medan merupakan payung bagi para pengrajin, pelaku UMKM, fashion designer, pengrajin ulos dan lainnya. Dekranasda Kota Medan juga menjadi wadah untuk memajukan para pelaku lokal dari Kota Medan.
Dia menguraikan, dari event ini diharap dapat melestarikan budaya lokal di Sumatera Utara (Sumut). Apalagi, seperti yang kita tahu, budaya lokal di Sumut sangat banyak termasuk ulos dan songket. "Melalui MFCF, semoga kita bisa berperan melestarikan budaya-budaya lokal. Khusus ulos, seperti kita tahu, dulunya dipakai hanya untuk acara seremonial, seperti pernikahan. Tapi sekarang ulos sudah banyak inovasinya. Salah satunya yang saya kenakan hari ini, ulos yang sudah diolah menjadi wastra dan saya bisa pakai di acara-acara seperti ini, yang dekat dengan kegiatan sehari-hari misalnya acara yang bisa bertemu dengan banyak teman-teman atau kerabat. Jadi tidak harus diperkenalkan dalam acara-acara adat atau acara-acara seremonial belaka," jabarnya.
Dikatakannya, ulos merupakan kain adat yang bertransformasi menjadi baju berdaya pakai tinggi. Karya-karya para penenun yang dibentuk menjadi satu adibusana sangat bernilai oleh para desainer Kota Medan. "Pada Sabtu, 17 Oktober nanti kita juga menghadirkan Edward Hutabarat, fashion designer senior yang karyanya sangat mendunia. Termasuk beberapa tamu dari Jakarta untuk mengisi acara," imbuhnya.
Dari situ, lanjutnya, harapan kami fashion designer Kota Medan bisa bertemu desainer tingkat nasional untuk berbagi pengalaman dengan desainer lokal. "Saya ingin para fashion designer, dunia fashion design di Kota Medan bisa naik ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional," harapnya.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara menyampakman, kegiatan ini berlangsung enam hari, 13-18 Oktober 2026 menghadirkan talkshow, fashion show, competitions national & local designer serta artist performance. Kegiatan bekerja sama dengan Dekranasda Kota Medan, para desainer, pelaku pariwisata dan lainnya sehingga akan menimbulkan multi-effect.
"Kegiatan ini berlangsung enam hari, namun tentunya kita berharap efeknya berdampak panjang sehingga nanti muncul desainer-desainer lain yang mau bersinergi atau bahkan naik ke level lebih tinggi, semakin dikenal orang dan barangnya akan dicari orang. Di mana dicari, salah satunya di Dekranasda Kota Medan," kata Odi.
Tak kalah pentingnya, lanjut Odi, multi efek itu bagaimana kita memperkenalkan para desainer, kemudian desainer pasti membutuhkan pengrajin sedangkan pengrajin pasti membutuhkan bahan dan bahan pasti membutuhkan material. Jadi, ini termasuk dalam multi efeknya. "Dengan adanya Dekranasda, Galeri Mustika Deli di Mal Pelayanan Publik (MPP) dan izin untuk diperjualbelikan, akan terbangun efeknya dari hulu ke hilir. Berawal dari sini, semoga ke depan kegiatan ini semakin besar dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," sebutnya.
Sedangkan desainer mode dan pegiat budaya, Torang Sitorus yang mengaku sudah berkecimpung di dunia desainer sejak 33 tahun lalu menyambut baik MFCF. "Kegiatan ini sudah beberapa kali diadakan dan sekarang berkolaborasi dengan Dekranasda Medan yang bertepatan dengan Hari Ulos Sedunia," katanya.
(HEN/RZD)