Jasa Marga Kuasai 42 Persen Market Share Jalan Tol Indonesia

Jasa Marga Kuasai 42 Persen Market Share Jalan Tol Indonesia
Jasa Marga Kuasai 42 Persen Market Share Jalan Tol Indonesia (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk makin mempertegas posisinya sebagai penguasa pasar (market leader) industri jalan tol di Indonesia. Hingga kuartal III-2026, BUMN pengelola jalan bebas hambatan ini menguasai 42 persen dari total panjang jalan tol yang beroperasi di seluruh Tanah Air.

Persentase pangsa pasar tersebut ditopang oleh pengoperasian jalan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi yang dimiliki Perseroan mencapai 1.736 kilometer.

Bahkan, memasuki Oktober 2026, torehan operasional Jasa Marga melonjak menjadi 1.318 kilometer seiring resminya pengoperasian Jalan Tol Probolinggo -Situbondo - Banyuwangi Segmen Gending - Paiton sepanjang 24 kilometer bertarif.

"Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol di Indonesia," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Ia mengungkapkan, dominasi pangsa pasar Jasa Marga tecermin nyata dari tingginya volume mobilitas masyarakat di jaringan jalan bebas hambatan yang mereka kelola. Hingga akhir September 2026, volume transaksi kendaraan di ruas tol Jasa Marga menembus angka fantastis, yakni lebih dari 981 juta kendaraan.

Jika dirata-rata, lalu lintas harian (LHR) di tol Jasa Marga mencapai sekitar 3,6 juta kendaraan per hari. Tingginya LHR tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kinerja keuangan emiten berkode saham JSMR ini.

Jasa Marga sukses membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp 15,6 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 7,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year).

Pertumbuhan ini ditopang oleh Pendapatan Tol yang memberi kontribusi utama sebesar Rp 14,3 triliun (naik 6,8 persen) serta Pendapatan Usaha Lain yang melonjak 21,5 persen secara tahunan menjadi Rp 1,3 triliun.

Lini usaha lain tersebut mencakup jasa pengoperasian jalan tol, preservasi, hingga bisnis prospektif pendukung lainnya.

Dari hasil optimalisasi biaya operasional dan efisiensi yang terukur, Jasa Marga berhasil mempertahankan margin EBITDA yang solid sebesar 67,0 persen dengan nilai EBITDA mencapai Rp 10,5 triliun.

Adapun Laba Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga kuartal III-2026 berhasil dicetak sebesar Rp 2,7 triliun.

"Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol," jelas Rivan.

Tak puas hanya mempertahankan dominasi 42 persen, Perseroan saat ini tengah mengakselerasi penyelesaian sejumlah mega proyek jalan tol strategis di Jawa dan Yogyakarta.

(TRY/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi