Medan, (Analisa). Pemadaman listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggangu proses belajar siswa bahkan nyaris menggagalkan uji kompetensi siswa SMK N 5 Medan.
“Saat kita menggelar uji kompetensi tiba-tiba listrik padam sehingga sistem ujian terganggu,” kata Kepala SMK N 5 Medan, Drs Maraguna Nasution, MAP saat menerima kunjungan Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Marasutan Siregar, MPd di SMK N 5 Medan, Jalan Timor Medan, baru-baru ini.
Dia menjelaskan, pemadaman terjadi sama seperti tahun lalu yakni saat pelaksanaan ujian, padahal sudah disampaikan surat kepada pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman.
"Untuk pelaksanaan ujian praktek yang sulit adalah siswa teknik gambar bangunan. Dengan pemadaman listrik apa yang sudah mereka kerjakan otomatis bisa hilang, meski sebelumnya telah diperingatkan guru agar mereka menyimpan tugasnya dalam flash disc, tentu ada kekhawatiran siswa dan berdampak pada konsentrasi dalam ujian," sesalnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, H Marasutan Siregar MPd, menyesalkan pemadaman listrik yang berakibat pada penurunan konsentrasi siswa dalam melaksanakan ujian. Pihaknya berharap PLN memberikan perhatian khusus pada siswa agar tidak terulang lagi pemadaman saat jam belajar maupun saat ujian, sehingga konsentrasi siswa tetap fokus. Apalagi ujian siswa SMK umumnya lebih dari 8 jam.
Hal lain yang disampaikannya, terkait pelaksanaan uji kompetensi ini, agar pihak sekolah selalu memperhatikan sarana dan prasarana untuk peraktek siswa sesuai dengan program keahlian masing-masing, selalu diperhatikan dan diperiksa secara berkala agar bisa dijadikan standar dalam praktek untuk memudahkan mereka menerapkan ilmunya pada dunia kerja yang memerlukan tenaganya.
Dia juga mengimbau setiap SMK untuk mendata lulusannya yang sudah bekerja setelah lulus, sehingga menjadi barometer keberhasilan sekolah yang melahirkan siswa yang kompeten.
Laporan Orangtua
Sementara Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin juga mengakui pemadaman yang dilakukan PLN juga menganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Apalagi, dalam waktu dekat 8 Maret 2014 akan digelar ujian sekolah. “Saya mendapat laporan siswa mengalami kesulitan saat belajar malam karena terjadi pemadaman. Meksipun ada yang memiliki genset tetap saja menganggu karena suhu udaranya panas,” katanya.
Dia berharap agar PLN segera mengatasi pemadaman sehingga konsentrasi siswa belajar tidak terganggu khususnya yang akan menghadapi ujian nasional (UN).
Di tempat terpisah, Irham Arbi mahasiswa FKIP UMSU jurusan Pendidikan Matematika juga mengakui pemadaman listrik menganggu konsentrasi belajar khususnya yang kuliah malam hari. “Hampir setiap hari kami terganggu belajar, tiba-tiba saja mati lampu. Kontan saja konsentrasi jadi buyar saat mendengarkan dosen menyampaikan materi,” ucapnya sembari berharap berharap agar permasalahan listrik cepat diselesaikan. (maf)











