Benarkah air zamzam beracun? Benarkah fosil Nabi Nuh telah ditemukan? Bagaimana banjir di zaman Nabi Nuh dapat terjadi? Apa arti gambar mata satu atau The All Seeing Eye itu.
Itulah pertanyaan-pertanayaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang kadang-kadang menimbulkan rasa penasaran dan harus mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Memang di alam ini banyak rahasia yang belum sempat terjawab dengan tuntas, kalaupun ada jawabannya terkadang tidak memuaskan atau dianggap sebuah rekayasa.
Hal-hal seperti itu menjadi sebuah misteri yang harus diungkapkan mengingat bisa saja peristiwa atau kejadian yang melatarbelakangi apa yang kita pertanyakan itu berkaitan erat dengan akidah keislaman.
Buku 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran ini, mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tadi dengan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu, dalil Alquran tentang persoalan yang dibahas menjadi lebih menarik. Al-Quran merupakan pedoman dan petunjuk bagi umat manusia, ketika seseorang mengungkapkan sesuatu, pada dasarnya bila yang dikatakannya benar, tentu tidak akan berbeda dengan ‘bahasa Al-Quran’ yang merupakan kalamullah. Tetapi jika yang diungkapkannya tidak mengandung kesamaan dengan apa yang tertera di dalam Al-Quran maka sudah bisa dipastikan bahwa pernyataan dan ungkapan seseorang itulah yang salah, bukan Al-Qurannya.
Karena bila kita ‘menguji’ kebenaran ayat-ayat Al-Quran maka semakin nyatalah kebenaran Al-Quran tersebut. Karena itu, ketika Awal Mei 2011 dunia dikejutkan dengan laporan investigasi BBC yang menyatakan air zamzam yang dikonsumsi jemaah haji dan para peziarah mengandung racun, tentu hal ini perlu disikapi, apakah penelitian ini benar atau sebaliknya.
Keunikan air zamzam memang pernah diteliti, bahkan dari penelitian itu terungkap bahwa air zamzam merupakan air yang bebas dari racun setelah dianalisis melalui sinar ultraviolet, tidak hanya itu, air ini juga memiliki kelebihan-kelebihan yang lain dengan air-air yang kita minum. Maka pihak kerajaan Arab Saudi melakukan penelitian kembali tentang air zamzam dan hasilnya jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh BBC tersebut. Bahkan dalam kasus yang lain pernah dinyatakan bahwa air zamzam telah terkontaminasi dengan air limbah masyarakat Mekkah. Lagi-lagi hal ini dibantah dengan penelitian yang hasilnya menyatakan bahwa air ini memancar secara alami dari tanah.
Buku ini, selain mengutip ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah untuk memperkuat sebuah peristiwa atau teori yang muncul juga menuliskan sebuah perenungan agar umat Islam sadar bahwa ketetapan Allahlah yang sebenarnya berlaku di alam ini.
Penulis buku ini: Adrie Mesapati, Luki Andriansyah dan Gemma A tampaknya memang ‘bekerja keras’ untuk mengambil fakta-fakta yang ada lalu disandingkan dengan ayat-ayat Allah dan hadist Rasulullah, sehingga akan nampak kebenaran dari ayat-ayat Allah dan hadist Rasulullah tersebut. Akibatnya iman kita semakin kuat, bahwa agama Islam memang agama yang benar dan agama yang diturunkan Allah secara sempurna.
Oleh karena itu, kerja keras tiga penulis ini patut diapresiasi sehingga mampu ‘membuka mata kita dan mata hati kita akan kebenaran Al-Quran dan Sunnah Nabi tersebut.
Peresensi: Alsari











