Oleh: Azmi TS
BILA melihat hewan yang satu ini, kita akan senang. Tak hanya lucu, juga menggemaskan dan ingin menyentuhnya. Bahkan anak kecil, kalau diceritakan perihal hewan yang berasal dari Tiongkok ini pasti kegirangan. Hewan yang memiliki ciri khas pada fisiknya, seperti bulu tebal, di sekitar kepalanya ada warna hitam melingkari matanya.
Tubuhnya bulat, senang berguling-guling dan sehari-harinya memakan bambu muda, ini memang unik. Kelebihan lainnya, bentuk telinga berwarna hitam, sehingga banyak yang memanfaatkan keindahannya. Ada yang menjadikannya sebagai maskot olah raga, lambang produk kecantikan sampai bentuk boneka tiruannya.
Para insan perfileman pun tertarik untuk jadikan Panda sebagai tokoh selain beruang, harimau, singa, kera dan hewan lainnya. Ada pula film animasi berjudul Kungfu Panda di rilis 6 Juni 2008 disutradarai Mark Osborne dan John Stevenson. Panda juga di buatkan kartun atau animasinya sebagai tontonan buat anak-anak diseluruh dunia.
Kini hewan ini sudah termasuk yang paling dilingdungi. Baik di Tiongkok dan di setiap negara tempat dititipkannya Panda untuk koleksi kebun binatang. Hewan ini habitat aslinya ada di hutan berhawa sejuk dan bersalju, maka bulunya yang tebal adalah pelindung dirinya dari terpaan suhu dingin (ekstrim).
Pertumbuhan hewan ini termasuk lambat dan jarang terdengar. Mempunyai anak lebih dari satu, kalaupun ada itu sangat langka. Dari kelangkaan ditambah kelucuan sang Panda, para pelukis dan pematung banyak menjadikan hewan ini sebagai sumber idenya. Lewat berbagai teknik dan media, maka bermunculan hewan Panda dari berbagai versi.
Semua membuktikan, hewan eksotis ini tak hanya milik Tiongkok, tapi sudah menyebar lewat lukisan di berbagai negara. Para sastrawan juga tak mau ketinggalan, sehingga lahirlah buku cerita fiksi dan non fiksi. Ketebalan buku juga variatif ada yang tipis ada yang tebal seperti novel. Sampai buku tentang Panda berisikan cerita gambar (ilustrasi), cerita bersambung dan komik anak.
Seniman berlomba-lomba menciptakan kreasi imajinasinya termasuk bagaimana menampilkan posisi hewan Panda di kemas melalui kanvas lukisan. Tak mau ketinggalan perupa cat minyak, cat air, krayon termasuk yang ada di Indonesia mengabadikannya. Beberapa karya lukisan dari berbagai gaya dan pose menjadi incaran kolektor nasional dan manca negara sungguh fantastik.
Bahkan ada juga penggemar lukisan mengoleksinya walaupun tidak segencar lukisan tema di luar fauna. Sebagai hiasan dekorasi rumah, lukisan Panda cocok dipajang di ruang keluarga atau tempat anak bermain. Perlengkapan mainan untuk anak-anak, buku pelajaran di sampulnya, pena, pinsil pewarna ada gambar Panda, hingga tas sekolah asesoris berkaitan dengannya.
Hewan Panda bagaikan magnet yang bisa dibuatkan apa saja. Misalnya lambang lembaga pelindung hewan sedunia (Wold Wildlife Fund). Bahkan kemasan makanan ringan, hingga restoran di hotel mewah pun sering menghiasi sajiannya untuk menarik minat peminat untuk memesannya.
Hewan yang masih kerabat beruang ini, habibat aslinya hidup di pegunungan Sinchuan dan sekitar Tibet, Tiongkok (China) sekitarnya. Mereka menamakan hewan ini “Xiong Bao” yakni kucing beruang karena badannya berukuran raksasa. Ilmuwan menyebutnya Ailuropoda Melanoleuca, atau Kaki kucing hitam putih. Orang Barat (1901) menyebutnya Beruang Belang (Ailuropus Melanoleucus).
Amerika Selatan menyebutnya Beruang Berkacamata, karena termasuk keluarga Ursidae Rakun (Procyonidae). Sebenarnya Panda pertama kali ditemukan tahuhn 1869 oleh misionaris Perancis, Armand David (1826–1900). Dalam esei Stephen Jay Gould, hewan Panda di dunia keberadaannya berkisar 1.600 ekor saja, sehingga diperlukan dibiakkan lagi.
Pada tahun 1970 hewan ini sempat dijadikan diplomasi negeri Tiongkok untuk pertukaran budaya antar negara. Sejak tahun 1984 Panda hanya boleh dipinjamkan pada kebun binatang yang sudah ditunjuk selama 10 tahun saja. Negeri Tirai Bambu erat kaitannya dengan ikon dan dibuatkan sebagai lambang koin emas.
Panda besar memang berwarna hitam dan putih ini termasuk omnivora karena dia juga pemakan serangga selain tumbuhan bambu. Dia memiliki kaki berjari lima yang sebenarnya adalah pergelangan tangannya. Panda memang identik sebagai hewan spesies lucu mirip bayi, suka makan sambil tiduran bukan berburu seperti beruang.
Telinganya bergerak-gerak ketika sedang menguyah makanan. Sesekali melirik temannya sekedar bermain-main. Tak salah hewan ini punya sejuta pesona yang bikin gemas orang yang ingin mengenalnya lebih dekat. Kalau yang aslinya sulit cukup dengan boneka Panda saja.











