Oleh: Bambang Edi Susilo. Hamparan rumput hijau serta pepohonan yang menghiasi pinggiran lapangan membuat mata sejuk memandang. Lapangan Merdeka menjadi salah satu tempat favorit bagi warga sebagai sarana olahraga atau hanya sekadar berkumpul bersama teman-teman untuk menghabiskan waktu liburan.
Berbagai komunitas pun tampak sedang melakukan kegiatan rutin, berkumpul di tempat ini. Komunitas ini salah satunya. Sugar Glider. Analisa mencoba mendekati dan mengamati kegiatan komunitas ini di hari Minggu, yang tampak terus ramai dilihat masyarakat.
Komunitas yang berawal dari hobi ini ternyata didirikan oleh Falen. Disebutkan Falen, hobi satu atau dua orang ini kemudian berkembang hingga sampai ada penambahan anggota. Kemudian, hobi ini berubah dalam wadah Komunitas Pecinta Sugar Glider.
Terbentuk sejak 10 bulan yang lalu ini, hingga kini, komunitas ini beranggotakan 25 orang. “Awal terbentuknya karena hobi. Pertama hanya satu, dua, kemudian bertambah-tambah. Kini semakin banyak dan terbentuklah komunitas ini,” ujar Falen.
Selain sebagai hobi, komunitas ini juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang segala informasi mengenai hewan mungil ini. “Untuk Sugar Glider sendiri, di Medan masih jarang. Oleh karena itu, kami ingin memperkenalkan apa itu Sugar Glider. Bagaimana cara perawatan hewan ini sendiri. Agar banyak orang yang mengetahuinya, sekaligus sharing-sharing (berbagi informasi) kepada yang baru pertama kali memiliki Sugar Glider,” ucapnya.
Dikatakannya, hewan berbulu lembut ini termasuk dalam kategori omnivora dan asli dari Indonesia. Bentuk badan yang kecil membuat Sugar Glider bisa dimasukkan ke dalam kantung pemiliknya. Sehingga mudah dibawa kemanapun. Mungkin, karena itulah muncul istilah ‘peliharaan saku’ untuk hewang yang satu ini.
Dari Papua
Hewan eksotik ini asli dari wilayah Timur Indonesia yaitu, Papua. Dalam istilah ilmiahnya, hewan ini tercatat dengan nama ‘Petaurus Brevicep’. Penyebutan ‘Sugar Glider’ sendiri dikarenakan kesukaan hewan yang satu ini dengan makanan yang manis-manis.
Menurut mereka, Sugar Glider, hewan marsupial atau berkantung ini sepintas terlihat seperti tupai. Hewan ini memiliki kantung pada betina seperti pada Kanguru dan Koala. Namun, belakangan ini, hewan ini semakin ‘naik daun’ dan digemari sebagai hewan peliharaan. Sebab, terlihat imut dan lucu serta dibawa kemana-mana karena bisa dimasukan dalam saku. Untuk itulah, mereka ingin menyampaikan informasi lebih banyak tentang hewan ini kepada masyarakat.
Salah satu informasi tersebut, yakni sifat hewan ini yang berkoloni. Biasanya sang jantan melakukan poligami dengan sejumlah hewan betina. Sugar Glider dalam bereproduksi tidak mengenal musim dan biasa menghasilkan 1-2 Joey (sebutan untuk Sugar Glider yang masih kecil). “Nah, si Joey Sugar Glider ini biasanya berada dalam kantung induknya selama 2 bulan. Setelah itu, mereka akan keluar dari kantung induknya (istilahnya out of pouch/oop). Sugar Glider tercatat mampu hidup 5-10 tahun,” sebutnya.
Jenis-jenis Sugar Glider, sebutnya, juga beragam. Biasanya, hewan ini dibedakan dari corak warna yang dimilikinya, Seperti, jenis black beauty/grey yang banyak dipeliharakarena bulunya yang berwarna abu-abu. Ada juga jenis cinnamons, dengan warna lebih kecokelatan. Lalu, lions dengan corak warna abu-abu kuning keemasan.
Berikutnya, cara pemeliharaan dan perawatan Sugar Glider cukup mudah. Kebersihan kandang harus selalu terjaga, itu yang terpenting. Selain itu, pemiliknya harus perhatian dan kasih sayang karena Sugar Glider termasuk hewan yang manja. Setelah lama dipelihara, hewan ini akan mengenali pemiliknya berdasarkan bau tubuhnya. Dari komuintas ini didapati ternyata makanan hewan ‘mungil’ itu sebenarnya sangat mudah. Bisa bubur bayi, serangga seperti jangkrik dan ulat hongkong, atau juga makanan kemasan khusus yang sudah diperjualbelikan di toko-toko hewan.
Komunitas pecinta hewan tersebut ingin menyampaikan segala informasi ke masyarakat sesering mungkin. Karena itu, ada agenda pertemuan rutin tiap minggunya sekitar pukul 16.00 WIB di Lapangan Merdeka Medan. Mereka juga seringkali mengadakan even menarik bagi anggotanya sendiri. “Kegiatannya kalau ada even buat lomba-lomba untuk sesama anggota seperti lari kejar pemilik,” pungkasnya.











