Medan, (Analisa). Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Sumatera Utara Erwin Nasution yang saat ini menjabat Dirut PTPN IV mengatakan, YJI Cabang Utama Provinsi Sumatera Utara akan menggelar Festival Senam Jantung Sehat 2016, Sabtu (2/4) di Lapangan Merdeka Medan.
“Sampai saat ini sudah ada 35 tim mendaftar kepada panitia Eka Susila, MT yaitu berasal dari Kota Medan, Binjai, Rantau Prapat, Kisaran, Tebing Tinggi, Simalungun dan Madina. Dengan memperlombakan Senam Jantung Sehat, Senam Hip Heart Remaja dan Senam Lompat Tali Jantung Sehat,” sebut Erwin Nasution, Kamis (31/3).
Menurut Erwin, dalam implementasi program kerja YJI Cabang Utama Provinsi Sumatera Utara terus berinovatif untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk merasakan keberadaan organisasi YJI, seperti mengadakan pelatihan pelatih KJS dan Klub Jantung Remaja (KJR) kemudian pelatihan instruktur senam jantung sehat seri III se Provinsi Sumatera Utara. Serta pelatihan instruktur senam Hip Heart Remaja untuk pelajar SMA dan SMK Negeri se Kota Medan.
“Tidak sampai di situ, YJI Sumatera Utara juga memberikan pelatihan Lompat Tali Jantung Sehat (LTJS) kepada guru-guru olahraga tingkat SD dan SMP se kota Medan dan sekitarnya. Bahkan untuk melengkapi pengetahuan para pelatih tentang pencegahan atau penanganan akan shock heart attack (henti jantung mendadak), maka dilaksanakan juga pelatihan ToT untuk Bantuan Hidup Dasar (BHD), sebut Syahrul Aman Siregar dari Bidang Pengembangan Organisasi,” ujar Erwin.
Dalam setiap pelatihan YJI Sumatera Utara melalui BPKJ, tambahnya, memprioritaskan peserta dengan usia yang lebih muda 35 tahun ke bawah bagi umum dan 43 tahun ke bawah bagi pelatih/instruktur senam, untuk menciptakan regenerasi pelatih muda yang mampu berkiprah di tengah-tengah masyarakat dengan semangat tinggi.
Disebutkan, pengalaman 2015 yang lalu ketika kontingen YJI Sumatera Utara mendapatkan kesempatan mewakili Provinsi Sumatera Utara pada perhelatan akbar olahraga nasional bertajuk Festival Olahraga dan Rekreasi Nasional (FORNAS) ke III di DenpasarBali. Peserta kita menyadari kurangnya pengalaman dalam berkompetisi, bahkan bisa dikatakan tidak ada. (msm)











