Tujuh Fakta Semut Sebagai Serangga Perusak

DENGAN jumlah menca­pai pu­luhan ribu, semut ada di sekitar kita. Semut meru­pakan binatang yang kerap kita temui sehari hari. Po­pulasi semut tercatat tertinggi di hutan hujan tropis.

Tapi semut-semut bisa ditemu­kan dimana saja di du­nia. Se­men­tara semut-semut tergolong sangat terorganisir dan makluk berhasi, semut juga perusak.

1. Semut bunuh teman

yang jadi zombie

Ada satu spesies semut ka­yu di Amerika Selatan. Ka­dang semut jenis ini diin­feksi jamur. Ketika jamur meng­infeksi semut kayu, maka semua perilaku semut akan dikendalikan jamur.

Semut yang terinfeksi ter­sebut berubah menjadi zom­bie. Si jamur me­ngenda­likan semut untuk me­man­jat ke pohon yang tinggi se­hing­ga jamur bisa berkembang biak meletakkan spora di pucuk daun pohon tinggi.

Semut yang terinfeksi tentu saja tak akan bisa ber­guna lagi untuk ko­loni­nya. Semut-semut yang ma­sih sehat ternyata bisa membe­da­kan mana semut temannya yang sudah terinfeksi dan mana yang belum.

Untuk mencegah penye­baran infeksi jamur, maka semut sehat akan menangkap semut yang su­dah terinfeksi membawanya pergi dan meng­hancurkan tubuh­nya di tempat yang jauh.

Dengan begitu semut lain aman dari infeksi. Semut kayu asal Ame­rika Selatan ini juga mampu me­ngatur strategi yang agak licik. Se­mut- semut yang sudah tua, di­kirim ke luar sarang untuk melaku­kan tugas-tugas berbahaya.

Sementara semut yang masih potensial dandianggap penting ditugasnya di dalam sarang untuk menjaga bayi bayi semut.

2. Semut raspberry rusak kabel listrik

Semut raspberry atau dike­nal dengan semut gila. Mereka berasal dari pulau Christmas. Entah de­ngan cara apa mereka kemudian menye­bar hingga ke Australia dan Amerika.

Pertumbuhan koloni mere­ka ce­pat. Persebaran mereka juga ce­pat sehingga salah satu ahli pe­ngen­dali serangga Tom raspberry fokus untuk mene­liti jenis semut ini.

Gigitan mereka memang tak berbahaya, namun pertu­buhan me­reka yang cepat se­ring membuat struk­tur ba­ngunan tertentu rusak de­ngan cepat. Mereka meng­gero­goti bagian bangunan tertentu. Mem­buat rumah di rongga rongga bangunan dengan me­nyisakan tubuh semut mati yang menggunung.

Benda yang menjadi favo­rit serangan mereka adalah kabel-kabel listrik. Jika sudah diserbu semut raspberry ini beberapa alat elektronik akan rusak karena ka­bel­nya terke­lupas.

Bagaimana mungkin se­mut bisa mengidentifikasi dan me­nye­rang kabelnya. Oleh karena ga­nas­nya daya rusak mereka ini, se­mut raspbery disebut semut gila.

3. Semut miliki budak

Perbudakan di dunia ma­nu­sia sudah dilarang secara resmi. Tapi siapa sangka ter­nyata semut juga memprak­tekkan perilaku perbu­dakan ini.  Ada satu spesies semut yang rahangnya terlalu besar. Me­reka lebih tepat berperang dengan spesies semut lain sampai sampai tidak bisa makan sendiri.

Oleh karena tidak bisa ma­kan sendiri ini mereka mem­perkerja­kan budak-budak sebagai pelayan. Ca­ranya, me­reka menyerang ko­loni semut jenis lain kemudian mencuri telur telurnya.

Telur-telur ini kemudian diba­wa pulang ke sa­rang mereka. Te­lur-telur ter­sebut dirawat hingga me­­netas. Setelah menetas, semut dari spesies lain tersebut dijadikan budak untuk memberi makan me­reka pemilik koloni asli. Semu ini ternyata cerdik tapi jahat6.

4. Semut mampu

mempe­rangkap korban

Satu spesies semut yang dite­mukan di Amazon mam­pu men­cip­takan booby trap buat serangga lebih besar. Booby trap adalah se­­­ma­cam jebakan yang dibuat un­tuk memperangkap mangsanya. Ben­tuknya bisa bermacam ma­cam. Bisa tanah dilubangi kemu­dian lubang terse­but di tutup de­ngan daun.  Ketika ada yang lewat di­atas daun, maka dia akan terpe­rang­kap di lubang yang telah disiapkan.

Untuk menangkap serang­ga yang lebih besar, semut akan me­nyiap­kan lubang dan menutupnya dengan de­daun­an. Begitu ada se­rangga yang lewat diatas daun, maka dia akan terjatuh ke dalam lubang.

Semut yang telah siaga ke­mu­dian menyergap dan bera­mai ra­mai memegangi se­rang­ga su­paya tidak bisa lari dari dalam lubang. Sementara sebagian memegangi, seba­­gian lagi menyengat dan me­mo­tong motong mangsa tersenut.

5. Semut mampu

melum­puhkan rusa

Dibanding dengan ru­sa, semut sa­ngat kecil. Namun siapa sangka ternyata ada spesies semut yang mampu me­lumpuhkan rusa. Se­mut tersebut ada­lah semut api. Semut api terkenal bisa berge­rak dengan ce­pat. Tak ha­nya ber­ge­rak dalam arah men­datar, ketika me­­­manjat permukaan ver­­tikal pun ge­­rakan me­­reka sangat cepat.

Gigitan semut api ini ter­kenal sakit. terkadang korban gigitan semut ini juga sampai meninggal atau kritis. Mini­mal mengalami shock berat kalau gigitannya ba­nyak.

Jika manusia digigit kita masih bisa melakukan lang­kah antisipasi. Namun kalau yang digigit bina­tang, ke­mungkinan besar mereka akan mati. Karena banyak­nya po­pulasi semut merah ini populasi rusa serta burung burung di habitat semut men­jadi terancam.

Manusia sudah berusaha ikut campur dalam mengu­rangi ganas­nya semut api ini terhadap hewan lain tapi sia sia.

Jumlah mereka terlalu ba­nyak. begitu rusa menginjak sarang, be­be­rapa semut akan langsung meng­­­gigit. Rusa yang syok kemu­dian akan semakin lemah dan tidak bisa lari. Semakin rusa diam, ma­kin banyak pula semut lain yang menyerang.

Dan akhirnya semut pun me­lum­puhkan binatang yang besar­nya ribuan kali dari ukuran tubuh­nya sendiri.

6. Semut ternyata bisa bercocok tanam

Dulunya dalam mencari ma­kan, manusia itu juga berburu dan mengumpulkan makanan-ma­ka­nan, seperti semut.

Karena kemampuan otak kita semakin meningkat, manusia pun mulai bercocok tanam. Mem­pe­roleh makan­an dengan mena­nam dan menter­nakkan hewan.

Ter­nyata kemampuan mena­nam ma­kanan ini bukan hanya di­­miliki manusia saja, semut juga bisa bercocok tanam. Semut yang pan­dai ber­cocok ta­nam tersebut ada­lah semut pe­mo­tong daun. Me­re­ka tidak me­ma­kan daun tapi rajin mengum­pulkan daun dan memba­wanya ke sarang. Ternyata dari de­daunan yang di awa ke sarang ter­sebut akan tum­­­buh jamur. Jamur- jamur ini­lah yang dipanen semut-semut un­tuk dijadikan makanan. Semut ini pintar tapi juga merusak.

7. Semut menakuti gajah

Benarkah ga­jah takut de­ngan

se­­mut ketimbang ti­kus? Demi­kian pertanyaan meng­gelitik yang memancing pe­neliti mene­lusuri kebenaran itu. Menurut ce­rita versi kar­tun Disney, gajah takut de­ngan tikus karena hewan pengerat itu meneror hati sang gajah.

Namun, sebenarnya mu­suh uta­ma gajah lebih kecil dari tikus, yakni semut. Gajah ternyata sa­ngat takut dengan semut.

Berdasar kisah di savana Afri­ka, semut berhasil mena­kuti gajah dengan memasuki belalai mereka yang sensitif. (tlgc/listvs/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi