17 KK Hibahkan Tanah untuk Bandara Sibisa

Balige, (Analisa). Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) di Pangaloan, Desa Aeknatolu Jaya, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan jalan menuju Bandara Sibisa.

Penyerahan hibah tanah oleh ma­sya­rakat itu dengan panjang 400 meter dan lebar 25 meter itu diserahkan ma­syarakat saat Bupati Tobasa Darwin Sia­gian dan rombongan mengadakan so­sialisasi paket rekonstruksi jalan ak­ses Bandara Sibisa, TA 2017 di Balai Pertemuan, Desa Parsaoran, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Sabtu (19/8).

Hibah tanah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan keikhlasan warga guna meningkatkan perluasan akses jalan menuju bandara yang tentu akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Sebelumnya, akses jalan di kawa­san sudah ada, namun bisa dikatakan jalan setapak dengan ukuran 3 sampai 4 meter, yang sehari-harinya diguna­kan oleh warga beraktivitas seperti ke kebun. Jalan yang dibuka dan dilaku­kan pelebaran tersebut sepanjang kurang lebih 7 km dan lebar 20 meter.

Sebelumnya, Bupati Tobasa Dar­win Siagian disambut hangat oleh ra­tusan warga dari tiga desa yang ber­dampingan antara lain warga Desa Aek­natolu Jaya, Desa Parsaoran dan Desa Pardamean, Sibisa.

Dalam arahannya, Bupati Darwin Sia­gian memberitahukan, sesuai Ke­pu­tusan Presiden mengenai otorita Da­nau Toba, maka perlu adanya pem­bangunan dengan harapan jika wisa­tawan datang berkunjung akan menik­mati alam daerah itu dengan akses yang tersedia dengan baik. Kunjungan wisata­wan, lanjutnya, tentu  berdam­pak mempercepat peningkatan eko­no­mi masyarakat.

Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, lanjutnya, dalam menun­jang percepatan pembangunan bidang pariwisata melalui infrastuktur dan bidang lainnya.

Akses jalan menuju Bandara Si­bisa, dikatakannya harus cepat di­lak­sanakan sebab pada tahun 2018, akan ada pertemuan sekitar 18.000 orang raja bank dari seluruh dunia di Bali. Maka oleh Luhut Panjaitan (LBP) merencanakan membawa sekitar 5.000 orang di antara mereka untuk dihadir­kan ke Kabupaten Tobasa.

“Karenanya kita harus cepat mem­benahi daerah kita, namun perlu pengorbananlah di awal yang nantinya dapat dirasakan dan dicicipi anak cucu kita,” terangnya seraya menegaskan ang­garan yang digunakan untuk mem­bangun akses jalan menuju Bandara Sibisa adalah anggaran dari pusat, bukan daerah.

"Mari berpikir bagaimana masya­rakat bisa mengalami peningkatan taraf hidup secara internasional," pungkasnya.

Pada kesempatan itu salah seorang warga Desa Aeknatolu Jaya, Simon Sitorus, menceritakan pengalaman­nya saat berwisata ke Bali pada peng­hu­jung tahun lalu. Dikatakannya, har­ga tanah sudah mencapai miliaran ru­piah dan harga kontrakan rumah sangat mahal hingga mencapai Rp100 juta per tahun.

"Saya berpikir, jika di kampung kami ada pembangunan yang menun­jang pariwisata, warisan tidak akan hi­lang, maka saya meminta dan berte­rima­kasih kepada Pak Luhut atas perha­tiannya ke Toba. Kita meng­ha­rap­kan pembangunan tanpa pengor­ba­nan akan mustahil," tegasnya meng­akhiri dukungannya untuk pem­ba­ngu­n­an jalan yang dilaksanakan di desa tempat tinggalnya.

Selanjutnya mewakili 17 masyara­kat pemilik sebidang tanah yang me­nyerahkan tanah miliknya kepada Pe­merintah Kabupaten, Simon Sitorus mem­berikan langsung surat perjanjian kepada Bupati Darwin.

Menanggapi dukungan tersebut, Staf Ahli Bupati, Drs Audi Murphy Si­torus, menyambangi masyarakat dan menjelaskan, dengan adanya pu­sat otorita di daerah itu maka otomatis harga tanah akan meningkat serta per­ekonomian masyarakat akan me­ning­kat.

Pembangunan tentunya dilakukan un­tuk kemakmuran masyarakat. Jika pelebaran itu berdampak langsung kepada bangunan atau tanaman keras milik masyarakat, maka Tim Apresial akan turun menilai dengan harga yang wajar sesuai aturan yang ada. Ditam­bahkannya, jika ada ke­sem­pat­an untuk mem­berikan kepada ma­sya­rakat, tentu akan terpikirkan se­pan­jang ada kelayakan dan kewajaran, sebut Mur­phy mejawab beberapa per­tanyaan warga yang hadir.

Tokoh masyarakat dari Kecamatan Ajibata, Tuan Nanser Sirait, menam­bah­kan sudah lama pihaknya mengim­pikan kemajuan kampung, “Kapan lagi kita menerima pembangunan jika kita tidak menerimanya saat ini. Saat ini kementerian langsung meng­ang­garkan melalui otorita daerah, hal ini patut kita syukuri," ujarnya.

Sebelum sosialisasi ditutup, Kepa­la Desa Parsaoran Sibisa, Agus Na­dap­dap, memberikan oleh-oleh hasil pertanian berupa bubuk kopi yang sudah diolah dan dikemas dengan pilihan rasa (original, kulit manis, jahe) yang pada kesempatan itu juga su­dah disajikan langsung kepada bu­pati dan rombongan pemkab yang hadir.

Hadir dalam sosialisasi, Anggota DPRD Rustam Silalahi, Basarnas, Asisten Pemerintahan Harapan Na­pi­tupulu, Asisten Ekbang John Piter Si­lalahi, Staf ahli Audy Murphy Sitorus, Kepala Dinas PU PR B Si­mangunsong ST, Kepala Bappeda James Silaban, Kadis Perhub Pargau­lan Sianipar, Kadis Catpil Pangari­buan, Kadis Sosial dr Rajaipan Sinurat, Camat Ajibata Tigor Sirait, Camat Lumban julu Alfared Ma­nu­rung, Tuan Natser Sirait, ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, ketua LKMD, Karang Taruna, masyarakat yang lahannya terkena dampak pelebaran jalan. (vit)

()

Baca Juga

Rekomendasi