FISIKA, sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana dunia ini bekerja. Mulai dari kenapa apel jatuh ke bumi, hingga alasan kenapa bumi itu bulat. Sedangkan orang-orang yang mempelajarinya, dikenal dengan nama fisikawan.
Sampai sekarang, sudah ada ratusan bahkan mungkin ribuan ilmuwan di bidang fisika. Namun hanya segelintir dari mereka yang namanya diabadikan dalam sejarah. Hanya fisikawan yang berhasil menorehkan penemuan, gagasan, dan teori yang mampu mengubah dunia. Dari sekian banyak, berikut beberapa ilmuwan hebat di bidang fisika yang berhasil mengubah cara pandang manusia:
1. Neils Bohr (1885-1962)
Fisikawan asal Denmark ini sangat berkontribusi dalam pemahaman pondasi struktur atom, dan teori kuantum. Dia mengembangkan model atom Bohr yang menggambarkan elektron yang mengorbit nukleus. Di mana elektron juga dapat ‘melompat’ ke orbit lainnya.
Ketika Nazi menguasai Jerman, Bohr sempat membantu para imigran Yahudi yang lari dari kejaran rezim Hitler. Setelah Denmark diduduki jerman, dia sempat melakukan pertemuan dengan Heisenberg yang membahas proyek pengembangan bom atom Jerman.
Namun pada September 1943, Bohr memutuskan melarikan diri ke Swedia setelah mendengar rencana penangkapan dirinya. Dari sini, ia langsung bertolak ke Inggris dan bergabung ke dalam proyek British Tube Alloy yang merupakan bagian dari Proyek Manhattan, proyek riset pengembangan senjata nuklir pertama di era Perang Dunia Kedua.
2. Wolfgang Ernst Pauli
(1900-1958)
Pauli dikenal sebagai ahli fisika teoritis dan pionir fisika kuantum. Ia adalah orang yang mengenalkan hukum alam baru bernama prinsip pengecualian Pauli. Prinsip ini menyatakan tidak ada satupun bilangan dalam atom yang memiliki keempat bilangan kuantum yang sama.
Dalam komunitas ilmuwan, sosok Pauli dijuluki sebagai hati nuraninya fisika gara-gara sifatnya yang perfeksionis. Pasalnya Pauli tidak pernah segan melontarkan kritik yang ditujukan kepada hasil pekerjaan koleganya.
Sayangnya banyak sekali gagasan Pauli yang tidak pernah dipublikasikan. Gagasan-gagasan itu hanya muncul di surat-suratnya. Sebetulnya hal ini tidak mengherankan, karena Pauli tidak pernah mempermasalahkan jika karyanya anonim.
3. Erwin Schrödinger
(1887-1961)
Nama lengkapnya adalah Erwin Rudolf Josef Alexander Schrödinger, namun lebih sering ditulis Erwin Schrodinger atau Erwin Schroedinger. Dia sangat berperan dalam pengembangan fundamental mekanika kuantum, khususnya mekanika gelombang.
Mulai dari merumuskan panjang gelombang, mengungkap formalisme mekanika kuantum dan matriksnya, serta intrepertasi fungsi gelombang. Pantas sekiranya jika Schroedinger disebut sebagai bapak mekanika kuantum.
Schrodinger juga merupakan penulis yang sangat produktif. Karya-karyanya dapat dijumpai di berbagai bidang fisika, mulai dari termodinamika, elektrodinamika, mekanika statistik, hingga kosmologi. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah percobaan kucing Schrödinger yang mengungkap paradoks besar dalam fisika.
4. Paul A.M Dirac (1902-1984)
Paul Adrien Maurice Dirac adalah seorang fisikawan teoritis yang sangat berkontribusi pada pengembangan dasar mekanika kuantum dan elektrodinamika kuantum. Karya terbesarnya adalah persamaan Dirac yang menggambarkan perilaku fermion dan meramalkan keberadaan antimateri.
Dirac juga berhasil menyabet Nobel Fisika 1933 bersama Schrödinger untuk penemuan bentuk teori atom yang baru. Karena itu, dia dianggap sebagai salah satu ilmuwan paling penting pada abad ke 20.
Banyak ilmuwan yang mengenang Dirac karena kepribadiannya yang tidak biasa. Einstein sendiri menyebut Dirac sebagai jalan penyeimbang antara kegilaan dan kejeniusan. Salah satu kisah menarik mengenai kepribadiannya adalah ketika dia menjadi pembicara dalam sebuah konferensi.
Setelah dia menyelesaikan pemaparannya, salah seorang ilmuwan mengangkat tangan dan berkata; “Saya tidak mengerti persamaan di pojok kanan atas tersebut.”
Sang moderator pun mempersilahkan Dirac untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Bukannya menjawab, Dirac malah mengatakan; ”Itu bukan pertanyaan, itu sebuah komentar.”
5. Werner Heisenberg
(1901-1976)
Heisenberg adalah pionir mekanika kuantum dengan kontribusi terhadap kemajuan ilmu fisika, terutama pengembangan teori hidrodinamika aliran turbulen, feromagnetisme, nukleus atom, dan partikel subatomik.
Dia juga sempat diangkap sebagai ilmuwan utama dalam proyek bom atom Uranveiren yang dicanangkan Nazi. Di mana pada akhir 1941, Heisenberg melakukan pertemuan dengan Niels Bohr untuk mendiskusikan pengembangan bom atom.
Namun sebelum pembicaraan mereka tuntas, Bohr telah melarikan diri ke luar negeri. Nasib proyek Uranveiren juga tidak berjalan mulus, dan pada akhirnya dibatalkan. Menurut kabar yang beredar, sebetulnya Heisenberg mengetahui semua hal tentang teori atom, namun sengaja berpura-pura tidak tahu agar proyek bom ini gagal.
6. J. Robert Oppenheimer
(1904-1967)
Anda pasti jarang mendengar namanya. Namun apa yang dia temukan pasti sering Anda dengar: bom atom. Senjata mematikan dalam sejarah umat manusia ini pertama kali diproduksi di bawah arahan Oppenheimer.
Dia bersama sejumlah ilmuwan lain direkrut pemerintah Amerika Serikat (AS) ke dalam Manhattan Project, proyek rahasia Amerika yang dimulai pada 1942. Lalu apakah dia bangga menemukan bom atom?
Ternyata tidak. Dia sangat menyesalinya. Perasaan ini muncul setelah Oppenheimer menyaksikan betapa dasyatnya kerusakan yang ditimbulkan di Hisroshima dan Nagasaki.
7. Enrico Fermi (1901-1954)
Fermi adalah salah satu ilmuwan yang terlibat dalam Proyek Manhattan. Karya Fermi yang paling dikenal adalah peluruhan beta, pengembangan teori kuantum, dan pembangunan reaktor nuklir.
Fermi adalah orang pertama yang menemukan sekaligus membangun reaktor nuklir di dunia. Reaktor nuklir yang dia bangun dimanfaatkan untuk menghasilkan isotop yang berguna di bidang medis dan riset.
Karena kiprahnya ini, dia dipanggil dengan julukan arsitek zaman nuklir. Namun setelah Sekutu memenangkan Perang Dunia Kedua, Fermi memutuskan untuk menantang pengembangan bom hidrogen dengan alasan moral dan teknis.
Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, nama Fermi diabadikan menjadi nama elemen kimia fermium.
8. Richard Feynman (1918-1988)
Orang-orang menjuluki Feynman sebagai The Great Explainer. Nama ini ia dapatkan berkat kemampuannya dalam menjelaskan konsep fisika yang rumit menjadi sederhana. Di mana orang awam sekalipun bisa mengerti apa yang dia jelaskan.
Penemuan terbesarnya yaitu perluasan teori elektrodinamika kuantum, yang menggabungkkan relativitas dengan mekanika kuantum. Berkat ini, dia mendapatkan Hadiah Nobel pada1965.
9. Murray Gell-Mann
(lahir 1929)
Murray berhasil memperoleh Hadiah Nobel di bidang fisika pada 1969 berkat penemuannya mengenai jalur unsur delapan untuk mengklasifikasikan sub atom. Menurutnya, proton, neutron, dan hadron lainnya tersusun atas partikel yang lebih kecil bernama kuark.
Sejumlah penghargaaan internasional juga berhasil dia dapatkan. Penghargaan Ernest O. Lawrence Memorial Award dari Komisi Energi Atom, Franklin Medal dari Franklin Institute, serta gelar kehormatan dari sejumlah universitas ternama.
Di luar ketertarikannya terhadap sains, Murray juga senang mempelajari arkeologi, kebudayaan, peternakan, linguistik historis, dan lain sebagainya.
10. Vera Rubin (1928-2016)
Vera Rubin adalah astronom wanita paling berpengaruh. Ia menyingkap fakta jika galaksi tidak berotasi seperti yang banyak ilmuwan percayai. Penemuan ini membawa dirinya kepada bukti nyata akan keberadaan dark matter atau materi gelap. Meski pada saat itu Rubin meragukan temuannya.
Atas pencapaiannya, New York Times menyebut Vera Rubin sebagai sang pembawa perubahan di bidang astronomi dan fisika melalui pengamatan atas galaksi. Sekaligus orang yang menyadarkan para astronom jika apa yang mereka amati selama ini hanyalah ‘puncak dari gunung es’ yang bernama alam semesta.
Ia juga dianugerahi sejumlah penghargaan bergengsi di bidang astronomi, Bruce Medal, Gold Medal of the Royal Astronomical Society, dan National Medal of Science. Sedangkan namanya diabadikan menjadi salah satu nama asteroid, Asteroid 5726 Rubin. (bms/rsc/bsc/es)











