Menguak Misteri Tersembunyi Gurun Sahara

menguak-misteri-tersembunyi-gurun-sahara

GURUN Sahara adalah nama sebuah padang pasir terbesar di dunia. Nama "Sa­hara" diambil dari bahasa Arab yang berarti "padang pasir". Bahasa Arab pada gilirannya mengambil dari bahasa Su­meria.

Sahara terletak di utara Afrika dan be­r­usia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari Samu­dra Atlantik ke Laut Merah. Dari Laut Tengah di utara sam­pai ke Sahel di sebelah selatan.

Dari Mauritania di sebelah barat ke Mesir di sebelah timur. Padang pasir ini membagi benua Afrika menjadi Afrika Utara dan Afrika "yang sejatinya". Kedua ba­gian benua ini sangat berbeda, baik se­cara iklim maupun budaya.

Hamparan pasir Sahara tak perlu di­ragukan lagi keindah­annya yang seakan magis. Ke­indahan di balik kegersangan Sahara bahkan mengundang banyak turis dari seluruh dunia datang melancong.

Meski demikian, gurun paling luas di dunia ini akan menelan mentah-mentah sesuatu di dataran pasirnya yang nampak tak beru­jung. Binatang, manusia, pesawat, hingga kota, bisa ditemukan di balik hamparan pasir Sahara.

Berikut beberapa rahasia tersembunyi gurun Sahara dikutip dari laman Listver­se.com:

1. Kerangka Gobero

Tim arkeolog yang menemu­kan Spi­nosaurus,. Salah satunya Paul Sereno, ter­­nyata tak hanya menemukan fosil dino­saurus. Dalam satu perjalanan, dia me­ne­mukan kuburan manusia terbe­sar di Sahara.

Situs yang berada di Gobero, tepatnya di Niger, diperkirakan dihuni sekitar 10.000 tahun yang lalu dan diperkirakan pula ini dulu adalah tempat yang hijau dan subur. Sisa-sisa ikan, buaya, dan banyak hewan lainnya bercampur di antara belulang manusia. Perhiasan be­rupa tulang dan mata panah juga dite­mu­kan, beserta tombak yang digunakan untuk berburu di perairan setem­pat.

Hal paling unik dari penemuan ini ada­lah cara penguburannya yang tidak biasa. Ditemukan tengkorak manusia pria di­makam­kan di dalam panci. Ada juga yang bersandar di dalam sisa cangkang kura-kura. Dengan penemuan ini, terlihat kalau Sahara tetaplah tempat misterius.

2. Pesawat Perang

Pada Perang Dunia II, Inggris memba­ngun pangkalan di Sa­hara, rumah bagi pe­sawat-pesa­wat perang yang butuh di­per­baiki. Namun ada satu pesawat rusak be­­serta pilot muda yang mengo­perasi­kan­nya menghilang. Pesa­wat ini berjenis P-40 Kittyhawk.

Akhirnya, pesawat ini bisa ditemukan pada 2012 oleh para pekerja minyak. Pe­sawat masih utuh, dan parasit sudah ter­buka untuk jadi tempat berlindung.

3. Ikan Paus dan Ma­chimosaurus Rex

Salah satu prestasio terbesar di dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya fosil ikan paus di Sahara, tepatnya di Wadi El Hitan yang juga dikenal sebagai Lem­bah Ikan Paus (Whale Valley).

Ini adalah bukti besar soal samudera Tethys yang ada di za­man mesozoic, yang membelah benua besar Pangea menjadi Laurasia dan Gondwana. Selain itu, ini juga bukti besar soal paus berevolusi dari makhluk darat men­jadi makhluk yang menghabiskan seluruh hidup mereka di laut.

Selain paus ini, terdapat dua dinosaurus yang dikenal ditemu­kan fosilnya di Sahara, yakni Ma­chimosaurus Rex yang me­rupa­kan buaya laut (lagi-lagi hewan laut di gurun), serta Spinosaurus yang me­rupakan dino karnivora terbesar yang per­nah ada (tinggi 7 meter panjang 16 meter).

4. Sungai Hilang

Di masa hidupnya, Bumi selalu me­ngalami berbagai perubahan. Dalam peru­bahan tersebut, Gurun Sahara tak selalu ada. Berkali-kali dalam jutaan tahun, per­batasan pasir telah bergeser. Namun de­ngan teknologi terbaru, sesuatu dari ra­tusan bahkan ribuan tahun lalu bisa di­temukan.

Seperti salah satu drainase terbesar di dunia yang mengalir dari dalam Sahara. Ini adalah 'sungai hilang' yang mengalir di Mauritania, setelah sebelumnya di­temukan ngarai bawah laut di lepas pan­tai­nya yang terukir oleh sungai.

Sungai ini diberi nama Taman­rasett, dan dengan bantuan satelit serta penelitian menyeluruh dari para ilmuwan, rentang badan air yang telah mengering 5.000 tahun lalu akhirnya tergambar mem­bentang di Sahara.

5. Kaca Gurun Libya

Sebuah batu yang kini diang­gap cukup berharga, tersebar di Sahara. Ini adalah Kaca Gurun Libya, batu berbentuk seperti kaca yang memiliki karakteristik cantik.

Menurut para ilmuwan, batu ini adalah sisa pecahan meteorit yang menghujam Bumi sekitar 29 juta tahun lalu. Jadi ini adalah batu luar angkasa.

Kaca gurun ini masih sangat banyak bertebaran meski kawah hasil hujaman meteor belum ditemukan dan diperkirakan terkubur terlalu dalam. Batu ini juga dite­mukan di dalam makam Tutankhamun, yang menunjuk­kan bahwa kaum Mesir ku­no menggunakannya sebagai per­hias­an.

6. Meteorit dan Kawah Meteor

Bumi selalu dibombardir hu­jaman benda angkasa. Keba­nyakan terbakar di atmosfer dan jadi cahaya di langit yang kita kenal sebagai bintang jatuh. Namun banyak juga yang sampai ke permukaan Bumi dan memberi dampak destruktif.

Bekas-bekas meteorit yang terjadi di belahan Bumi lain akan menjadi terkenal seperti di Ari­zona dengan kawah Bar­ri­nger. Padahal, bekas luka dan kawah ma­sih jelas terlihat. Seperti kawah Kamil di barat daya Mesir yang dihujam meteorit besi hingga meninggalkan kawah sebesar 45 meter. Bahkan pecahan meteorit di sana pun masih tetap ada, dan terbesar di pasir tanpa terisolasi pihak terkait.

7. Benteng Hilang

Satelit telah memungkinkan untuk para ilmuwan menembus berbagai kontur dan kondisi permukaan Bumi, seperti hutan rimbun serta gurun. Pada 2010, akhirnya terdapat temuan 100 benteng milik kaum Garamantes di Libya, hanya melalui satelit.

Temuan ini tak terjadi secara sengaja, karena tim arkeolog sedang membantu me­metakan daerah tersebut untuk penge­boran industri minyak. Ketika dipindai, gambar satelit me­nun­jukkan tanda-tanda tem­bok dan ba­ngunan. Ketika diperik­sa di lapangan, pe­neliti mengkon­firmasi bahwa ini adalah benteng yang hilang peninggalan Garama­ntes.

Diperkirakan, saluran bawah tanah kuno yang dibangun masya­rakat Gara­man­tes gagal, ladang menjadi gersang dan akhirnya peradabannya terkubur di ba­wah pasir Sahara. (listvsc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi