Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, Bupati Karo, Antonius Ginting dan Kepala KPwBI Sumut Rudy B Hutabarat saat melepas pengiriman komoditas cabai merah dari Karo ke Palangkaraya. (Analisadaily/Irin Juwita)
Analisadaily.com, Medan - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan melalui kolaborasi antardaerah.
Rudy menjelaskan, program Kerja Sama Antar Daerah (KAD) ini menjadi langkah konkret Bank Indonesia dalam membantu pemerintah daerah menjaga kestabilan harga, khususnya komoditas cabai merah.
Menurutnya, ini merupakan kerja sama pertama yang dilakukan hingga ke luar Pulau Sumatera. BI tidak hanya menjembatani petani di Karo dengan pasar di Palangkaraya, tetapi juga memfasilitasi proses penyortiran, pengepakan hingga distribusi.
"Ini menjadi sangat penting karena stabilitas ini penting dilakukan. Kami BI bukan saja mencari petani cabai merah di Karo ke Palangkaraya tetapi juga memfasilitasi penyortiran, pengepakan dan pengiriman distribusi," ucapnya.
Ia menekankan, koordinasi antardaerah menjadi kunci agar solusi dapat diambil secara cepat dan tepat saat terjadi permasalahan pasokan maupun harga.
“Jika petani tidak mau menanam lagi, ke depan akan sulit ketika inflasi terjadi,” ujarnya. Selain itu, BI juga membuka peluang pengembangan kerja sama untuk komoditas lain guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat diseminasi.
Pengiriman cabai merah keriting ini merupakan bagian dari skema KAD antara Pemkab Karo, KPwBI Sumut, Pemerintah Kota Palangkaraya, serta Bank Indonesia Palangkaraya. Total cabai yang dikirim mencapai 1,05 ton atau 1.050 kilogram, yang dilakukan dalam tiga tahap, masing-masing 350 kilogram.
Program ini dilatarbelakangi kondisi kelebihan pasokan di Sumatera Utara yang sempat menekan harga di tingkat petani di bawah biaya produksi, sementara di Palangkaraya terjadi keterbatasan pasokan yang memicu kenaikan harga.
Bupati Karo, Antonius Ginting, menyebut pengiriman ini berdampak positif bagi petani. Ia mengungkapkan harga cabai yang sempat anjlok di kisaran Rp8.000 per kilogram kini berangsur naik hingga Rp25.000.
Ia berharap program KAD dapat terus berlanjut dan diperluas ke daerah lain, mengingat potensi pertanian di Kabupaten Karo yang cukup besar.
"Program KAD ini berkelanjutan, karena kondisi pertanian yang ada di kabupaten Karo cukup luas. Jika nanti bisa dilakukan dengan kota-kota lain," ujarnya
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Bank Indonesia dan Pemkab Karo. Ia menilai program KAD dapat menjadi solusi efektif dalam mengendalikan inflasi di sejumlah daerah di Sumut.
Menurutnya, mekanisme penentuan harga dalam KAD dilakukan langsung antara petani dan pedagang pasar, sementara pemerintah dan BI berperan sebagai fasilitator. Bobby juga memastikan pasokan cabai merah di Sumatera Utara tetap aman, termasuk menjelang Hari Raya Iduladha 2026. (WITA)











