Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (Analisadaily/Muhammad Saman)
Analisadaily.com, Banda Aceh - Seluruh masyarakat Aceh diajak berdoa bersama sebagai bentuk dukungan dan menyemangati warga Aceh, yang sedang diobservasi kesehatannya di Natuna, dan Coronavirus tidak menular ke Bumi Serambi Mekkah.
Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, ikhtiar telah dilakukan semaksimal mungkin. Berbagai upaya telah dilakukan, membangun komunikasi dengan anak-anak yang saat ini sedang menuntut ilmu di Wuhan hingga upaya pencegahan di bandara-bandara.
“Namun, sesuai perintah agama, bahwa ikhtiar dan doa, hal yang tidak terpisahkan. Allah Maha Menguasai segalanya, maka kepada Allah pula kita mengadu,” kata Nova, Minggu (2/2).
Kepala Biro Keistimewaan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Setda Aceh, Zahrul Fajri menyampaikan, zikir dan doa digelar usai Salat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa, 4 Februari 2020.
Zikir dan doa ini dipimpin Ustadz Asy’ari Ibrahim, Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman. Sedangkan tausiah disampaikan Ustadz Masrul Aidi Lc, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Cot Keu'eung, Aceh Besar.
Sebagaimana diketahui, sejak mendapat kabar keberadaan belasan mahasiswa Aceh yang terisolasi di Wuhan, China, ia menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh berkoordinasi dan memastikan kondisi mereka tidak berkekurangan.
Kemungkinan upaya evakuasi juga terus diupayakan Pemerintah Aceh melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Mempermudah koordinasi, ia memerintahkan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, untuk mendirikan Posko Informasi terkait masyarakat Aceh di Wuhan. Sedangkan di Aceh, Posko yang sama dibuka 24 jam di Dinas Sosial Aceh yang dikoordinir langsung Kadis Sosial Aceh.
Sedangkan upaya evakuasi dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan Kemenlu RI, karena menyangkut hubungan antar negara.
Nova memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, bertemu Komisi I DPR RI dan Kementerian Luar Negeri di Jakarta agar mahasiswa asal Aceh di Wuhan dapat dievakuasi pada kesempatan pertama.
“Alhamdulillah, data menyebutkan hingga hari ini tidak ada satupun masyarakat Indonesia termasuk 13 mahasiswa Aceh di Wuhan, yang terpapar Coronavirus. Sebagaimana kita ketahui, saat ini adik-adik kita bagian dari 238 WNI yang diobservasi kesehatannya di Natuna,” ujarnya.
Nova juga mengimbau seluruh rakyat Aceh tidak khawatir dengan upaya observasi kesehatan yang saat ini sedang dijalani oleh pelajar Aceh di Natuna.
Karena ini upaya pencegahan yang memang harus dilakukan, apalagi sudah disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menjadi standar yang harus dijalankan di seluruh negara yang mengevakuasi warganya dari Wuhan.
“Saya mengimbau tidak pelu khawatir. Insya Allah anak-anak kita tidak ada satupun yang terpapar. Mereka hanya sedang menjalani SOP yang telah ditetapkan WHO. Para dokter dan psikolog terbaik sedang mendampingi hingga 14 hari ke depan. Mari bersama kita doakan yang terbaik buat anak-anak kita,” ajak Nova.
(MHD/CSP)