Kemenhub Pastikan Maskapai Ikuti Langkah Mitigasi Angkut WNI

Kemenhub Pastikan Maskapai Ikuti Langkah Mitigasi Angkut WNI
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China saat tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2) (ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI/mrh/aww)

Analisadaily.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengawasi pelaksanaan mitigasi pesawat yang telah kembali setelah melakukan misi kemanusian untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menjelaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan pengawasan terkait proses mitigasi pesawat yang membawa warga negara Indonesia dari kota Wuhan.

"Kami akan mengawasi proses mitigasi pesawat agar bersih dari kuman virus Korona," kata Novie, Minggu (2/2).

Ia memaparkan langkah-langkah mitigasi, yang menurutnya merupakan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Di antaranya pesawat diparkir pada area yang berjauhan dengan pesawat yang lain (isolated area).

Kemudian, pesawat dalam kondisi kosong (tanpa kru dan penumpang), hanya ada petugas yang akan melakukan kegiatan disinfeksi/dekontaminasi, dan petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap.

“Lalu, bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo/bagasi. Setelah semua petugas dan peralatan disiapkan maka dilakukan disinfeksi menggunakan dry fogger yang diisi bahan disinfektan khusus (netbiokem),” kata Novie menjelaskan.

Tidak itu saja, lanjut Novie merincikan, butiran uap dari alat fogger diharapkan dapat melingkupi seluruh area yang ada dalam kabin dan bagian kargo. Setelah itu, diamkan selama minimal 10 menit (contact time minimal).

Pasca contact time berakhir, maka pada area tempat duduk yang di tempati penumpang terjangkit atau terpapar dilakukan usapan dengan menggunakan lap pendekontaminasi kering (fibertect) untuk memastikan bebas dari residu hama/kuman, dan pada permukaan luar pesawat dilakukan disinfeksi pakai sprayer.

Ia juga menyampaikan, bila semua prosedur dilaksanakan dengan baik maka diharapkan pesawat sudah dianggap bebas dari kuman virus korona.

"Dan setelah pesawat dinyatakan bebas oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Kemenhub terus bekerja sama untuk memastikan, bahwa proses evakuasi berjalan dengan baik dan terus memastikan penerbangan yang selamat, aman dan nyaman,” tambah Novie.

(CSP)

Baca Juga

Rekomendasi