Jelang TPO se-Asia Pasifik, Disbudpar Sumut Kunjungi Daerah Wisata Karo

Jelang TPO se-Asia Pasifik, Disbudpar Sumut Kunjungi Daerah Wisata Karo
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Nofida Telaumbanua (empat kanan) didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Munarta Ginting saat meninjau Desa Sukanalu yang telah ditinggal warganya akibat erupsi Sinabung (Analisadaily/Alex Ginting)

Analisadaily.com, Berastagi - Menyongsong even Tourism Promotion Organization se-Asia Pasifik 2021 di Samosir, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara mengunjungi sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Karo, Sabtu (22/2).

Sejumlah objek yang dituju antara lain kebun bunga milik masyarakat Desa Raya, Kecamatan Berastagi, daerah-daerah pedesaan bekas zona merah erupsi Sinabung, termasuk desa relokasi Siosar.

Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Nofida Telaumbanua, bersama stafnya, Intan Junarya Siahaan, Martina Silaban, Tiarmauli Simarmata, didampingi tim Karo Volcano Park, Jonathan Tarigan, Tenang Malem Tarigan, Rally Tarigan, Sherina Ginting.

Kedatangan mereka disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Munarta Ginting dan stafnya, Bartholomeus Barus.

Selain mengunjungi beberapa DTW, tim juga sempat mengunjungi danau buatan erupsi Sinabung di Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran, tugu perjuangan di Tigakicat, gurun batu dari material erupsi Sinabung di Gurukinayan dan lokasi wisata 'Pelangkah Gading' Desa Kutambaru, Kecamatan Munte.

Ria Nofida kepada Analisadaily.com mengatakan, kunjungan timnya ke Karo merupakan persiapan menyongsong even Tourism Promotion Organization (TPO) tahun 2021 yang akan dipusatkan di Kabupaten Samosir.

Menurutnya Karo merupakan salah satu daerah andalan wisata yang memiliki potensi cukup dibanggakan.

"Karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut harus mempersiapkan segalanya, termasuk Karo yang nantinya menjadi salah satu daerah di Sumut yang dikunjungi peserta Tourism Promotion Organization se-Asia Pacific tahun 2021," ujar Ria.

Hal sama juga dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Munarta Ginting, ketika diwawancarai Analisadaily.com di sela-sela kunjungan ke Namanteran.

"Kita berterimakasih atas perhatian Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut yang datang meninjau DTW-DTW di Karo. Termasuk desa-desa bekas zona merah yang telah ditinggal warga karena direlokasi," kata Munarta.

"Yang berkenaan dengan topik wisata alam, Karo sangat mendukung seluruh kegiatan wisata dan budaya yang digagas Pemprovsu. Tanpa dukungan Pemprovsu dan masyarakat luas serta melalui event-event nasional dan internasional, Karo tidak akan bisa berkembang," tukasnya.

(ALEX/EAL)

Baca Juga