Petugas Kesehatan di Bandara Soekarno - Hatta memeriksa penumpang yang baru mendarat, Selasa (3/3) (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II bersama seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta memastikan prosedur upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) berjalan sesuai ketentuan.
“Koordinasi intensif dilakukan antara operator bandara, yakni PT AP II dengan Otoritas Bandara, Kantor Imigrasi, Karantina, Kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan stakeholder lainnya,” ujar VP of Corporate Communications PT AP II, Yado Yarismano di Jakarta, Selasa (3/3).
“Tim Facilitation [FAL] yang dipimpin Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I sudah diaktifkan sebagai wadah koordinasi di antara stakeholder di Soekarno-Hatta,” sambung Yado.
Tidak hanya itu, Bandara Soekarno-Hatta juga dilengkapi berbagai sarana mencegah penyebaran COVID-19, selain thermal scanner terdapat thermo gun, kapsul isolasi, hingga hand sanitizer dan pembagian masker secara berkala.
Petugas Kesehatan di Bandara Soekarno - Hatta memeriksa para pilot, Selasa (3/3)
Rencana kontingensi apabila terdapat penunpang pesawat yang terdeteksi terjangkit COVID-19 pun sudah disiapkan. Jika ada laporan dari pilot, maka pesawat diarahkan terlebih dahulu untuk menuju area karantina.
Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan surat edaran agar pemeriksaan terhadap penumpang rute internasional yang tiba di seluruh Bandara di Indonesia dapat ditingkatkan dan dilakukan secara masif.
“Kami memastikan seluruh pemeriksaan penumpang yang baru tiba dari luar negeri akan melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan dibagi dalam beberapa lajur. Maskapai juga akan menginformasikan kepada penumpang mengenai keharusan mengisi Health Alert Card,” jelas Yado.
Yado menambahkan, anggapan pencegahan dilakukan sekadarnya saja, itu tidak benar. Kata dia, Setiap personil dari seluruh stakeholder di bandara berupaya keras mencegah penyebaran virus ini.
“Dan kami memohon dukungan dari penumpang pesawat di bandara dan juga seluruh masyarakat. Bandara adalah pintu gerbang utama di Indonesia, dan karena itu upaya pencegahan dijalankan dengan maksimal,” tegas Yado.
Adapun Kantor Kesehatan Pelabuhan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan bertugas dalam melakukan monitoring terhadap penumpang pesawat, antara lain melalui pengecekan suhu tubuh terhadap seluruh penumpang yang tiba di luar negeri.
Pengecekan dengan alat thermal scanner yang terdapat di terminal, serta thermo gun yang dipegang oleh personil KKP.
Di samping itu, masih kata Yado, penumpang dari luar negeri juga diharuskan mengisi formulir Health Alert Card (HAC) guna memonitor kemungkinan penumpang pesawat terjangkit COVID-19.
18 WNA Ditolak
Ketika menjalani prosedur pengecekan suhu tubuh dan pengisian form HAC, penumpang dibagi ke dalam 4 lajur.
Berkat koordinasi intensif dan penerapan prosedur yang ketat, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta menolak masuk sedikitnya 18 WNA ke Indonesia karena memiliki riwayat perjalanan ke mainland China dalam 14 hari terakhir sejak kedatangannya.
Yado Yarismano mengatakan, pemeriksaan di Soekarno-Hatta tidak hanya dilakukan terhadap penumpang pesawat namun juga terhadap hewan di terminal penumpang dan terminal kargo yang dilakukan oleh Balai Karantina.
“Polresta Bandara Soekarno-Hatta juga terus memantau penyebaran berita bohong atau hoax yang dapat menyebabkan kepanikan. Seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-hatta berkoordinasi intensif dalam menjalankan upaya pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.
(TRY/CSP)