Vertical Rescue Indonesia Siapkan Penyelamat untuk Operasi Bencana

Vertical Rescue Indonesia Siapkan Penyelamat untuk Operasi Bencana
Simulasi sekolah Vertical Rescue Indonesia (VRI) level 1 angkatan 177 yang diikuti 41 peserta dari Sumatera Utara (Sumut), Aceh, Padang dan Riau (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Puluhan rescuer menyeberangkan korban melewati lembah dengan teknik suspension di Medan Zoo. Kegiatan tersebut merupakan simulasi sekolah Vertical Rescue Indonesia (VRI) level 1 angkatan 177 yang diikuti 41 peserta dari Sumatera Utara (Sumut), Aceh, Padang dan Riau.

Kegiatan tersebut juga upaya yang dilakukan VRI dalam mempersiapkan penyelamat untuk operasi bencana di Indonesia.

Komadan Vertical Rescue Indonesia, Tedi Ixdiana mengatakan, vertical rescue merupakan keahlian khusus yang dimiliki penyelamat (rescuer) dalam proses evakuasi di medan terjal dengan tujuan memindahkan objek/korban di medan vertikal ke tempat yang lebih aman. Kecabangan panjat tebing ini biasa dilakukan pada operasi bencana alam ataupun musibah/kecelakaan.

“Teknik vertical rescue biasa digunakan para rescuer dalam menyelamatkan korban pada medan yang sulit, khususnya di lokasi terjal,” ungkapnya, Sabtu (15/1).

Tedi Ixdiana yang merupakan pendiri Vertical Rescue Indonesia (VRI) mengungkapkan, misi didirikannya VRI untuk mempersiapkan potensi vertical rescuer di seluruh wilayah Indonesia.

Tujuannya adalah kemanusiaan, agar para rescuer yang memiliki keahlian vertical rescue dapat terlibat saat terjadi kebencanaan dan melakukan penyelamatan korban dalam kondisi sulit atau medan terjal.

“Vertical Rescue Indonesia berdiri pada tahun 2000 di Bandung dan sudah memiliki rescuer yang memiliki potensi vertical rescue di 32 titik dengan potensi alumni 26 ribu orang yang tersebar di Indonesia,” ujarnya.

Koordinator VRI Wilayah Sumut, Irfan Tri Handoko menjelaskan, peserta sekolah vertical rescue mengikuti pelatihan selama 3 hari dari tanggal 13 sampai 15 Januari 2021. Para peserta dilatih bagaimana menyeberangkan, menaikkan dan menurunkan korban dari medan yang sulit menggunakan teknik suspension, loring dan hauling.

“Materinya selama 3 hari, peserta dibekali teknik belay system, perintisan, ascending, descending, system katrol, anchoring, instalasi tripod, instalasi suspension, simpul, jerat, pengenalan alat dan terakhir simulasi evakuasi. Para peserta langsung dilatih oleh instruktur utama dari Mako VRI yang dipimpin oleh Wakil Komandan VRI, Adi C wibowo,” ungkapnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi