FH Indonesia Kembangkan Keterampilan Menjahit Remaja Telaga Meku

FH Indonesia Kembangkan Keterampilan Menjahit Remaja Telaga Meku
PENGURUS Yayasan FH Indonesia diabadikan bersama peserta usai penyerahan sertifikat kelulusan dan bantuan mesin jahit di Kantor Desa Telaga Meku, Babalan, Langkat, Kamis (8/9) (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Langkat - Yayasan Fondasi Hidup Indonesia (FH Indonesia) melaksanakan Program Peningkatan Keterampilan Remaja (PPKR) berupa keterampilan menjahit bagi remaja putri di Desa Telaga Meku, Kecamatan Babalan, Langkat. Program ini merupakan upaya meningkatkan kemandirian, khususnya ekonomi, di kalangan generasi muda.

Empat remaja putri di desa ini mendapat pelatihan selama beberapa bulan oleh yayasan yang berdiri di Indonesia sejak 2005 semasa gempa dan tsunami Aceh 2004 dan merupakan cabang dari Yayasan Fondasi Hidup yang berpusat di Amerika Serikat. Usai mengikuti pelatihan, para peserta menerima sertifikat kelulusan dan bantuan mesin jahit yang diserahkan di aula Kantor Desa Telaga Meku, Kamis (8/9).

Field Support Officer (FSO), Yopi Piter, yang didampingi pengurus Yayasan FH Indonesia, Junida Siregar, Chirtin Purba dan Dicky Siburian, dalam keterangannya kepada Analisadaily, mengharapkan agar remaja putri yang telah menerima pelatihan terus berkiprah dan mengembangkan kemampuan dan produksinya dalam dunia menjahit karena mereka sudah siap bersaing dalam usaha tersebut, seperti menjahit berbagai model pakaian, kebaya dan lainnya.

Dia juga mengimbau kepada para orang tua yang menghadiri acara penyerahan sertifikat menjahit tersebut agar mengikutsertakan anak remajanya untuk mengikuti pelatihan serupa agar lebih mandi secara ekonomi. Yayasan FH Indonesia menyatakan siap untuk membantunya.

Pengurus Yayasan FH Indonesia, Junida Siregar, mengatakan, pihak yayasan siap bekerja sama dengan lembaga kursus untuk membina remaja putri yang ingin terampil menjahit. Karena, melalui pelatihan ini, yayasan bertujuan memberikan keterampilan, khususnya menjahit, kepada remaja putri tamatan sekolah menengah atas (SMA) yang tidak mampu melanjutkan studinya.

Adapun empat remaja putri warga Desa Teluk Meku yang telah selesai mengikuti kegiatan PPKR dan mendapatkan sertifikat tersebut adalah Hamsyah, Nurhayati, Irdina, dan Rahmadania. Mereka sudah siap bersaing dalam dunia produksi jahitan seperti kebaya dan sebagainya.

Salah satu peserta pelatihan, Hamsyah mengaku puas atas pelayanan yang mereka terima selama delapan bulan mengikuti menjahit. Hamsyah mengaku bangga karena sekarang memiliki keterampilan menjahit dan menghasilkan karya dari tangannya sendiri. Dia pun mengaku siap menjalankan dan bersaing dalam usaha tersebut.

Hamsyah dan teman-temannya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan FH Indonesia yang telah sabar mendidik mereka yang pada awalnya "buta" keterampilan menjahit tetapi kini sudah mampu menjahit berbagai macam busana.

Hal senada diutarakan salah satu orang tua dari remaja peserta pelatihan yang kini sudah lulus dan bersertifikat. Dia berterima kasih kepada Yayasan FH Indonesia karena telah bersedia mendidik anaknya dan remaja putri lainnya dengan keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan dan kemandirian.

(GAS/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi