Perayaan Puja Avalokitesvara Jagadmatha, Penghormatan Bagi Dewi Kwan Im Selama 10 Hari Penuh

Perayaan Puja Avalokitesvara Jagadmatha, Penghormatan Bagi Dewi Kwan Im Selama 10 Hari Penuh
Perayaan Puja Avalokitesvara Jagadmatha. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily,com, Medan - Vihara Bodhigaya Medan gelar Avalokitesvara Jagadmatha sebagai bentuk penghormatan bagi Ibu Dewi Kwan Im. Dimulai sejak tanggal 26 September hingga 5 Oktober 2022.

Perayaan yang digelar selama sepuluh hari penuh ini memiliki beberapa hal unik didalamnya.

Berdasarkan pengamatan Tribun, ini beberapa hal yang ada dalam perayaan Puja Avalokitesvara Jagadmatha tahun 2022.

1. Tidak memakan makanan yang bersifat hewani

Perayaan ini merupakan bentuk Puja Bhakti yang dilaksanakan selama 10 hari penuh.

Ketika hendak berangkat melangkahkan kaki ke tempat suci maka para insan harus benar benar bersih dengan tidak mengkonsumsi makanan yang bersifat hewani, artinya menjadi vegetarian dalam waktu tersebut.

Tujuannya mengembangkan sifat welas asih dan membersihkan diri dengan niat niat yang baik.

2. Ada 10 Pembabar Dhamma atau Ajaran Buddha yang Diundang

Pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun biasanya, dengan mengundang 10 Pembabar Dhamma.

Hal berbeda pula terhadap antusias umat yang sangat tinggi. Jumlah umat yg hadir sekitar 200 sampai 300 orang per harinya.

3. Puja Bhakti yang hanya di Lakukan oleh Buddha Tamil

Perayaan ini dibuat dalam rangka memperingati hari lahirnya Avalokitaservara atau Dewi Kwan Im yang jatuh pada bulan Oktober setiap tahunnya.

Uniknya perayaan ini hanya dirayakan oleh para penganut Buddha tamil di Indonesia.

4. Para umat yang hadir wajib menggunakan baju adat India Tamil

Prosesi puja yg dilaksanakan dengan nuansa baju adat India Tamil yg biasa disebut Saree.

Jadi para umat yang hadir wajib menggunakan saree ketika hadir di Vihara Bodhigaya Medan ini selama sepuluh hari tersebut.

Ketua Panitia pelaksana perayaan Purna Satya Raz mengatakan Tujuan dari pelaksanaan jagadmatha ini setiap tahunnya dilaksanakan merupakan salah satu cara peningkatan keyakinan kepada Avalokitesvara.

"Dan tentunya memperaktikkan ajaran-ajarannya. Di tahun ini ada perbedaan seperti di tahun sebelumnya. Dalam 10 hari kita bukan hanya melaksanakan puja tetapi kita juga ada mendengarkan dharma dari Dutadharma, tokoh masyarakat, penyuluh agama Buddha, psikolog maupun dari Bhante/Sangha. Yang bertujuan agar kita umat Buddha tidak hanya datang, sembayang dan pulang saja tanpa memiliki pandangan yang benar terhadap acara yang berlangsung hari ini. Dharma yang disampaikan oleh pemateri juga berwarna dan menarik," jelasnya.

(BR)

Baca Juga

Rekomendasi