Analisadaily.com, Medan - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV dan TB di daerah ini. Melalui program Female Sex Worker Community System Strengthening Human Rights (CSSHR), PKBI Sumut sebagai Sub Sub Recipient (SSR) bekerja sama dengan Indonesia AIDS Coalition (IAC) selaku Principal Recipient (PR) dan PKBI DKI Jakarta sebagai Sub Recipient (SR), menggelar pertemuan lintas sektor di Grand Central Premier Hotel Medan, Jalan Putri Merak Jingga, Kesawan, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga mitra, di antaranya Bidang P2P dan Pengelola Program Dinas Kesehatan Medan, Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Kementerian Agama Kristen dan Islam Medan, Bappeda Kota Medan, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Turut hadir juga perwakilan Dinas Pariwisata, Satpol PP Kota Medan, sejumlah Kasi Kesos dari beberapa kecamatan, Lurah Simpang Tanjung Medan Sunggal, Lurah Dwikora Medan Helvetia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Medan, dan pihak-pihak lainnya.
Pertemuan ini bertujuan menyusun langkah bersama dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor guna menghadapi tantangan aktual dalam program penanggulangan HIV dan TB di Kota Medan. Salah satu fokus utama adalah memperbarui data dan informasi terkini mengenai kondisi lapangan serta meninjau capaian dan hambatan dalam implementasi program.
Dari hasil diskusi, masih ditemukan adanya stigma dan diskriminasi terhadap populasi kunci dan Orang dengan HIV (ODHIV) di lingkungan sosial dan tempat kerja. Hal ini menjadi perhatian serius karena stigma yang masih melekat dapat menghambat akses terhadap layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta menurunkan efektivitas program pencegahan dan penanganan HIV.
Selain itu, tantangan di lapangan juga muncul dalam upaya penjangkauan ke hotspot atau lokasi rawan. Petugas lapangan sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan pendekatan dan pelaksanaan layanan, yang menuntut adanya dukungan kebijakan dan koordinasi yang lebih kuat antarinstansi.
Melalui pertemuan ini, peserta sepakat meningkatkan sinergi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan program penanggulangan HIV dan TB di Kota Medan. Sejumlah langkah strategis dirumuskan, di antaranya memperluas akses layanan kesehatan berbasis komunitas, memperkuat kerja sama advokasi dengan pemilik hotspot untuk pelaksanaan mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing), serta mendorong terciptanya lingkungan kerja dan sosial yang bebas dari stigma dan diskriminasi.
PKBI Sumut berharap melalui kegiatan ini, terbangun kesadaran kolektif dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan komunitas, demi mewujudkan Kota Medan yang lebih sehat, inklusif, dan peduli terhadap isu HIV dan TB.
"Pertemuan ini menjadi ruang penting bagi semua pihak untuk menyatukan langkah. Penanggulangan HIV dan TB bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi gerakan bersama yang harus kita kuatkan secara terus-menerus," ujar Katarina Gea, perwakilan PKBI Sumut.
Dengan adanya dukungan lintas sektor, diharapkan ke depan program penanggulangan HIV dan TB di Kota Medan semakin efektif, berkeadilan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.
(NAI/NAI)











