Refleksi Akhir Tahun 2025, Capaian PNBP Kanim Siantar Surplus, Terbitkan 17.908 Paspor (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Pematangsiantar sepanjang tahun 2025 menertibkan 17.908 Paspor RI.
ULP Tebingtinggi menerbitkan 9.092 Paspor,UKK Humbang Hasundutan sebanyak 2.052 Paspor, UKK Tapanuli Utara 333 Paspor.
Hal ini disampaikan Kakanim Kelas II TPI Pematangsiantar Benyamin Kali Patembal Harahap saat refleksi akhir tahun 2025 bersama Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut di Aula Mandiri Medan, Jumat (12/12).
"Capaian ini tentu tidak terlepas kinerja seluruh pegawai diwilayah Imigrasi Siantar, semoga kedepannya semakin baik lagi," harapnya.
Selain itu juga, Kanim Pematangsiantar menegaskan pihaknya menolak permohonan Paspor untuk Kanim Siantar 1321 Paspor.
ULP Tebingtinggi sebanyak 193 Paspor, UKK Humbang Hasundutan 53 Paspor dan UKK Taput 5 Paspor.
Penolakan ini tentunya berbagai hal ternasuk pemohon tidak bisa melengkapi syarat-syarat pembuatan paspor sesuai ketentuan, di samping itu diindikasikan bekerja Nonprosedural ke luar negeri.
Disamping itu capaian penerimaan bukan pajak (PNBP) 2025, Imigrasi Pematangsiantar Siantar memperoleh hasil memuaskan, dimana target diberikan lebih kurang Rp 13,6 miliar, namun realisasi PNBP Rp 22,9 miliar.
“Jadi Kanim Pematangsiantar Surplus PNBP kurang lebih Rp 9 miliar,” jelas Beny.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata, dalam paparan refleksi akhir tahun menyampaikan berbagai capaian inovasi layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat di Tahun 2025.
Mulai dari layanan berbasis teknologi, peningkatan fasilitas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), program pembinaan masyarakat, hingga penguatan ketahanan pangan, seluruh UPT Keimigrasian di Sumut menunjukkan transformasi besar sepanjang tahun.
Salah satu inovasi terbesar adalah pengoperasian Autogate di Bandara Internasional Kualanamu, yang diresmikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Juni 2025.
Dengan 30 mesin autogate yang terintegrasi dengan sistem cekal nasional dan Interpol, proses pemeriksaan imigrasi kini hanya memakan waktu 10–15 detik, menjadikan Kualanamu sebagai TPI kelima di Indonesia yang menerapkan teknologi ini.
Pelayanan untuk Pekerja Migran Indonesia juga mendapat perhatian serius. PMI Lounge di Bandara Internasional Kualanamu dan PMI Lounge Pelabuhan Teluk Nibung kini beroperasi sebagai ruang tunggu nyaman bagi para pekerja migran yang kembali ke tanah air.
Fasilitas ini mempertegas komitmen Imigrasi dalam memberikan pelayanan yang aman, manusiawi, dan ramah bagi PMI.
Dari sisi pembinaan masyarakat, Imigrasi Sumut telah meluncurkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di seluruh UPT.
Program ini memberikan edukasi langsung kepada masyarakat desa terkait aturan keimigrasian, pencegahan TPPO/TPPM, serta prosedur perjalanan ke luar negeri agar warga mendapatkan informasi resmi yang benar dan terhindar dari risiko penipuan.
Inovasi lain yang turut mencuri perhatian adalah program Pura Pangan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.
Program ketahanan pangan ini memanfaatkan lahan dan tenaga yang ada untuk melakukan budidaya tanaman dan ternak, yang tidak hanya mengurangi kejenuhan Deteni, tetapi juga menghemat anggaran serta menjadikan Rudenim Medan sebagai UPT percontohan inovasi nasional.
Untuk mendukung kemudahan pelaporan kedatangan ke Indonesia, Imigrasi Sumut juga mengintensifkan sosialisasi Aplikasi All Indonesia, sebuah aplikasi terintegrasi yang mencakup imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina.
Aplikasi ini memudahkan pelaku perjalanan dalam satu platform yang dapat diisi sejak tiga hari sebelum kedatangan.
“Inovasi ini bukan hanya pencapaian organisasi, tetapi wujud nyata transformasi Imigrasi yang lebih modern, transparan, dan humanis. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya, dari bandara hingga desa-desa di Sumatera Utara,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Imigrasi Sumut optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan publik dan memperluas akses pelayanan keimigrasian.
“Terutama dengan akan beroperasinya dua kantor imigrasi baru di Tapanuli Utara dan Padang Sidempuan pada tahun 2026,” pungkasnya.
(KAH/RZD)