PMI Pusat Kirim Ribuan Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera, 30 Persen Dialokasikan untuk Sumut

PMI Pusat Kirim Ribuan Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera, 30 Persen Dialokasikan untuk Sumut
PMI Pusat Kirim Ribuan Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera, 30 Persen Dialokasikan untuk Sumut (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan ribuan ton bantuan bagi para korban bencana alam di Pulau Sumatera.

Bantuan besar tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Provinsi Sumatera Barat.

Seluruh bantuan diangkut menggunakan Kapal Kalla Line milik Ketua PMI Pusat HM Jusuf Kalla. Kapal kemanusiaan itu tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, Rabu (7/1/2026) pada pukul 19.00 WIB.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Marsekal Madya Purn Dr. H. Tribowo Budi Santoso, MM., M. Tr (Han) dan Kepala Markas PMI Pusat Arifin MH dan diterima oleh Ketua PMI Sumut Tun DR. H. Rahmat Shah didampingi wakil Ketua Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP dan pengurus lainnya.

Kedatangan kapal sarat bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian dan solidaritas nasional terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Berdasarkan data PMI, sebanyak 30 persen dari total bantuan diturunkan di Sumatera Utara untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak, antara lain Kota Medan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Langkat, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bantuan yang diterima PMI Sumut tergolong sangat lengkap dan menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari logistik pangan, perlengkapan ibadah, kebutuhan anak-anak, hingga peralatan berat untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan pascabencana.

Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral 752 dus, Al-Qur’an 1.810 eksemplar, Iqra 278 eksemplar, sajadah 840 eksemplar, serta sarung sebanyak 9.000 lembar.

Selain itu, PMI juga menerima berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan keluarga seperti mie instan 1.020 dus, biskuit 252 dus, paket makanan keluarga 600 unit, paket pakaian keluarga 2.278 eksemplar, paket sekolah anak 2.258 eksemplar, baby kit 10 unit, mainan anak 192 dus, serta snack sebanyak 138 dus.

Untuk mendukung aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan, PMI Pusat turut mengirimkan masker medis 240 kotak, obat-obatan 80 dus, hygiene kit 340 unit, handwash portable 11 unit, pasta gigi 2.998 unit, sikat gigi 3.000 unit, kelambu 400 unit, serta karbol 6.000 unit.

Sementara itu, guna mempercepat proses pembersihan wilayah terdampak bencana, berbagai peralatan kerja juga disalurkan, di antaranya genset 6 unit, gergaji mesin 40 unit, mesin sedot lumpur 7 unit, jet cleaner 60 unit, mini excavator 12 unit, gerobak sorong 310 unit, pacul atau cangkul 4.562 unit, sekop 4.560 unit, sapu lidi 6.000 unit, pel gagang 6.000 unit, pengki 5.240 unit, serokan air karet 6.000 unit, serta sepatu boot 240 pasang.

Bantuan lainnya meliputi helm 64 unit, kacamata google 51 unit, sarung tangan 51 unit, terpal 244 unit, water bladder 1 unit, serta water bladder berkapasitas 5.000 liter sebanyak 12 unit. Tidak ketinggalan, karung plastik ukuran 50 kilogram sebanyak 600 unit dan ukuran 100 kilogram sebanyak 6.000 unit turut disiapkan untuk mendukung pengelolaan material pascabencana.

Ketua PMI Sumatera Utara Tun Dr H Rahmat Shah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan dukungan PMI Pusat. Ini merupakan bantuan kedua yang dibawa melalui kapal Kalla Line. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai dengan arahan dan petunjuk dari PMI Pusat.

“Sejak awal terjadinya bencana hingga hari ini, tim PMI baik dari pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota terus bekerja tanpa henti menjalankan misi kemanusiaan. Bantuan ini akan sangat membantu mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Rahmat Shah.

PMI menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan dan rehabilitasi, sebagai wujud nyata pengabdian kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Sakhyan Asmara menambahkan, Ketua Umum PMI Pusat HM Jusuf Kalla memang memberikan perhatian serius terhadap para korban bencana alam. “Bahkan beliau datang melihat langsung ke lokasi bencana baik di Sumut maupun Aceh,” sebutnya.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi