Polda Sumut Sita 14 Ekskavator dan Tangkap 7 Penambang Emas Ilegal (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Madina - Tim gabungan Ditreskrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara berhasil membongkar praktik pertambangan emas ilegal di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dalam operasi besar-besaran tersebut, petugas menyita sedikitnya 14 unit alat berat jenis ekskavator dan mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat.
Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, mengungkapkan bahwa lokasi pertambangan tersebut berada di wilayah yang sangat terisolasi. Untuk mencapai titik lokasi, petugas harus menempuh perjalanan ekstrem.
"Kurang lebih 12 jam jika berjalan kaki dari pemukiman warga. Jika menggunakan sepeda motor modifikasi, tim pendobrak membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam," ujar Rantau pada Senin (2/3).
Meskipun medan cukup berat, tantangan utama petugas adalah adanya indikasi kebocoran informasi saat penyergapan dilakukan. Hal ini menyebabkan sejumlah pelaku berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas tiba di lokasi.
"Saat penyergapan, informasi sepertinya sudah sedikit bocor. Mereka (pelaku) bubar dan berhamburan ke arah seberang. Namun, kami berhasil mengamankan 12 ekskavator di lokasi tambang," jelas Rantau.
Dari total 14 ekskavator yang disita, 12 unit ditemukan langsung di area penambangan, sementara dua unit lainnya diamankan petugas saat sedang dimobilisasi menuju lokasi tambang.
Terkait tujuh orang yang ditangkap, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif di Ditreskrimsus Polda Sumut untuk memetakan struktur organisasi dan peran mereka masing-masing.
"Ada beberapa tersangka dengan perannya masing-masing. Peran mereka sebagai pekerja atau yang lainnya masih akan didalami lebih lanjut oleh tim Krimsus," tambahnya.
Kombes Rantau Isnur Eka mengimbau masyarakat agar tidak tergiur melakukan aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan. Menurutnya, kerusakan hutan di wilayah hulu dapat memicu bencana alam yang merugikan masyarakat luas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam guna mencegah terjadinya banjir dan bencana alam lainnya di masa depan," pungkasnya.
(JW/RZD)